LAJUR.CO, KENDARI — Pemerintah Kota Kendari terus mempercepat penataan kawasan Pantai Nambo yang akan menjadi salah satu lokasi bagi delegasi dalam ajang internasional UCLG ASPAC 2026. Pembenahan destinasi ini difokuskan untuk menghadirkan ruang bersantai yang nyaman sekaligus menampilkan kekayaan budaya lokal.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Kendari, Hermawaty, menyebut progres penataan kawasan telah melampaui 70 persen. Saat ini, pekerjaan memasuki tahap akhir berupa perapian dan penyempurnaan tampilan area.
“Progresnya sudah di atas 70 persen. Sekarang tinggal tahap merapikan agar terlihat lebih siap dan nyaman,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Penataan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Dinas Pekerjaan Umum menangani infrastruktur, Dinas Perhubungan mengatur akses dan lalu lintas kawasan, sementara Dinas Lingkungan Hidup fokus pada penghijauan dan estetika taman.
Di area UPT Nambo, pembenahan mencakup pemangkasan pohon yang tidak layak, pembersihan gulma, serta penataan kolam agar tampak lebih rapi. Perawatan dilakukan secara berkala guna menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan.
Hermawaty menambahkan, suasana kawasan akan dibuat lebih terang dan tertata sehingga memberikan kesan menyenangkan bagi pengunjung, khususnya para tamu mancanegara.
Selain mempercantik area wisata, Pemkot Kendari juga menyiapkan berbagai agenda budaya untuk menyambut delegasi. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi festival adat, pambisara, mosolori, lomba pangan non-beras dari 11 kecamatan, hingga pertunjukan musik dan tari lulo kreasi.
Tak ketinggalan, permainan tradisional seperti egrang, hadang, dan bakiak turut dihadirkan sebagai sarana interaksi. Para delegasi nantinya diajak berpartisipasi langsung agar merasakan pengalaman budaya lokal secara lebih dekat.
Pantai Nambo dirancang sebagai lokasi relaksasi setelah para peserta menyelesaikan agenda resmi di hotel. Dengan konsep santai dan interaktif, kawasan ini diharapkan mampu memberikan kesan positif sekaligus memperkenalkan kearifan lokal Kota Kendari kepada dunia internasional.
Laporan: Ika Astuti




