BERITA TERKINIEKOBISHEADLINE

Kapal Perang Penyapu Ranjau ‘KRI Rimau-724’ Kawal Misi Tim Expedisi Rupiah Berdaulat di Sultra

×

Kapal Perang Penyapu Ranjau ‘KRI Rimau-724’ Kawal Misi Tim Expedisi Rupiah Berdaulat di Sultra

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 di Sultra menggunakan kapal perang jenis penyapu ranjau milik TNI Angkatan Laut, yakni KRI Pulau Rimau-724. Armada tersebut akan mengawal tim ERB 2026 menjangkau wilayah kepulauan dan daerah 3T dalam misi distribusi uang rupiah layak edar.

Kick of ERB 2026 di Sultra oleh Bank Indonesia bekerjasama TNI Angkatan Laut resmi dilepas dari Markas Komando Pangkalan TNI AL (Lanal) Kendari, Selasa (5/5/2026). Pelepasan tim ekspedisi turut dihadiri Direktur Departemen Pengelolaan Uang BI Novyanto, Kepala Bank Indonesia Sultra Edwin Permadi, serta Komandan Lanal Kendari Kolonel Laut (P) Dedi Wardana.

Expedisi Rupiah Berdaulat tahun 2026 dijadwalkan berlangsung selama lima hari hingga 11 Mei 2026. Misi utamanya adalah menjaga ketersediaan uang rupiah layak edar, menarik uang tidak layak edar, serta memperkuat kedaulatan rupiah di wilayah 3T.

Baca Juga :  Hadir di UHO, Sekjen Kemdiktisaintek Badri Munir Sukoco Dorong Transformasi Pendidikan Tinggi

Sebagai informasi, KRI Pulau Rimau-724 merupakan kapal perang tipe mine hunter atau penyapu ranjau. Armada tersebut berada di bawah Satuan Kapal Ranjau (Satran) Koarmada II dan biasa digunakan untuk operasi keamanan laut, patroli, hingga misi khusus.

Penggunaan kapal perang dalam ekspedisi tersebut bukan tanpa alasan. Selain menjangkau wilayah terpencil, armada militer dinilai mampu menjamin keamanan distribusi logistik, termasuk uang rupiah ke daerah 3T.

Sebelumnya, Ekspedisi Rupiah Berdaulat tahun 2025 menggunakan kapal berbeda, yakni KRI Tongkol-813 dari Satuan Kapal Patroli (Satrol) Koarmada II.

Komandan Lanal Kendari, Kolonel Laut (P) Dedi Wardana, yang membacakan sambutan Asisten Operasi KSAL Yayan Sofiyan, menegaskan dukungan penuh TNI AL terhadap program Bank Indonesia.

Baca Juga :  Asesmen BAN-PT Digelar, Prodi HKI IAIN Kendari Bidik Akreditasi Lebih Tinggi

“Ini menjadi wujud kehadiran negara bagi masyarakat, sekaligus mempererat sinergi antara TNI dan rakyat,” ujarnya.

Ekspedisi melibatkan sekitar 60 kru kapal serta 15 personel Bank Indonesia. Adapun jumlah pecahan rupiah yang akan disebar di wilayah 3T Wakatobi mencapai total Rp20 miliar.

Novyanto menyatakan pentingnya keberlanjutan program Expedisi Rupiah Berdaulat bagi masyarakat kepulauan.

“Jumlah uang dihitung secara memadai, kita siapkan yang dibutuhkan masyarakat, kegiatan utama ada pembagian sembako juga. Jumlah personel kita akan perhatikan sesuai kapasitas, kita penuhi standar keamanan,” ujarnya.

Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 sendiri membawa misi untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Program tersebut sejalan dengan capaian indeks Awareness CBP Rupiah wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sultra pada 2025 yang mencapai 84,90 atau kategori baik.

Baca Juga :  Cerita Diaspora Sultra Rayakan Lebaran di Oman, Jalani Salat Id di Rumah Masing-masing

Capaian itu lebih tinggi dari indeks nasional sebesar 77,74 dan menjadi yang tertinggi di kawasan Sulawesi, Maluku, serta Papua. Penguatan literasi dinilai masih perlu terus dilakukan agar pemahaman masyarakat terhadap rupiah semakin meningkat, khususnya di Sultra.

Selain layanan penukaran uang dan edukasi rupiah, Bank Indonesia Sultra juga menggelar kegiatan sosial bersama Pemerintah Kabupaten Wakatobi melalui Dinas Kesehatan serta Puskesmas Wangi-Wangi dan Tomia, meliputi pemeriksaan kesehatan gratis hingga sunatan massal. Adm

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x