SULTRABERITA.ID, KENDARI – Korban skimming ATM BNI di Kota Kendari terus bertambah. Jumat 31 Januari 2020, Kantor Cabang BNI Kendari mencatat sudah 127 nasabah terdata sebagai korban pembobolan isi rekening kartu ATM.
BACA JUGA :
- Demam Piala Dunia 2026: Warga Kendari Mulai Berburu Jersey Bola, Argentina Paling Laris
- Peserta SSE UM-PTKIN 2026 di IAIN Kendari Dilarang Bawa HP hingga Smartwatch di Ruang Ujian
- 19 Jemaah Haji Muna Barat Tuntaskan Rukun Haji: Semua Sehat, Pulang 30 Juni!
- OJK Setujui Peleburan Lima BPR ke BPR Pataru Laba
- 11 Wajah Balon Rektor UHO 2026-2030: Tiga Besar Ditetapkan 30 Juni, Cek Timeline Pilrek di Sini!
Bank plat merah ini menaksir angka kerugian akibat kejahatan perbankan itu telah menembus angka Rp 560 juta.
Hal tersebut disampaikan Kepala BNI Cabang Kendari, Muzakkir, Jumat 31 Januari 2020.
Kendati mengalami kerugian atas tindak kriminal pembobolan data ATM, Muzakkir menyatakan pihaknya bertanggungjawab penuh melakukan ganti rugi terhadap seluruh nasabahnya.
Ia menegaskan seluruh uang nasabah yang digasak pelaku telah diganti sepenuhnya oleh pihak BNI.
“Posisi terakhir 127 nasabah. Total kurang lebih 560 juta dan sudah clear semua de,” ucap Muzakkir.
Meski pembobolan yang nasabah terdeteksi dilakukan di Kota Semarang, Muzakkir menyatakan sampai sekarang pihaknya belum mengetahui persis siapa otak dibalik aksi kriminal perbankan tersebut.
“Belum ada berita kalau pelaku de, ranahnya polisi yang akan ungkap kalau urusan pelaku,” tukasnya.
Sebagai informasi, ATM yang disenyalir menjadi lokasi skimming atau pencurian data nasabah berada di depan Hotel Putri Wisata di daerah Wua-wua. Adm




