BERITA TERKINIEKOBISHEADLINE

Masuk Urutan ke-25 se-Indonesia, Berikut 5 Komoditi Penyumbang Inflasi di Sultra Selama Ramadan

×

Masuk Urutan ke-25 se-Indonesia, Berikut 5 Komoditi Penyumbang Inflasi di Sultra Selama Ramadan

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Badan Pusat Statistik (BPS) resmi merilis update perkembangan angka inflasi di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) periode Maret 2024. Data disampaikan Senin (1/4/2024), inflasi Sultra secara year on year diumumkan berada pada angka 2,93% atau dibawah angka inflasi nasional yang menyentuh 3,05%.

Data BPS ini menempatkan provinsi yang dinahkodai Pj Gubernur Andap Budhi berada pada peringkat ke-25 dari 38 provinsi data inflasi tertinggi di seluruh Indonesia.

Inflasi yang secara y-on-y berada pada angka 2,93 menjadi catatan bahwa Sultra berhasil menjaga stabilitas angka inflasinya pada saat bulan suci Ramadan dan menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 1445H/2024M.

Baca Juga :  4 Cara Efektif Cegah DBD di Rumah

Andap mengungkapkan data komoditas penyumbang inflasi year on year di Sultra yakni beras sebesar 1,49%, sigaret kretek mesin sebesar 0,39%, mobil sebesar 0,12%, sawi hijau dan angkutan udara sebesar 0,10%.

Ia merinci ada lima komoditas yang menjadi penyumbang inflasi di Sultra selama periode Maret 2024.

“Terdapat 5 (lima) komoditas penyumbang utama inflasi di Sultra yakni beras, sigaret kretek mesin, mobil, sawi hijau dan angkutan udara. Sedangkan untuk peredam laju inflasi yakni ikan kembung dan ikan layang,” ungkapnya.

Untuk angka inflasi bulanan (MoM) Sultra juga mengalami inflasi sebesar 0,62%, dengan komoditas utama penyebab inflasi yakni beras sebesar 0,65%, telur ayam ras sebesar 0,09%, dan kangkung dengan andil inflasi sebesar 0.05%.

Baca Juga :  7 Makanan Ini Sebaiknya Tidak Dipanaskan Kembali, Bisa Keracunan

“Dari rilis yang dikeluarkan BPS, angka inflasi Sultra Alhamdulillah masih relatif stabil dan masih dibawah rata – rata nasional,” ujar Sekjen Kemenkumham RI tersebut.

“Meskipun beberapa komoditas sebabkan inflasi seperti beras, telur ayam ras, dan kangkung, tetapi terdapat 2 (dua) komoditas yang dapat meredam laju inflasi yakni tomat dan ikan layang,” tambahnya.

Andap lebih lanjut menginstruksikan kepada bupati dan wali kota untuk mengkaji tata kelola niaga beras di wilayahnya masing-masing.

“Para bupati dan wali kota agar melihat kembali tata kelola niaga beras yang dikoordinasikan dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk pengaturannya. Prioritas, penuhi dulu kebutuhan disini. Seperti contoh, Kabupaten Konawe sebagai sentra produksi beras, agar mekanisme penjualannya tetap perhatikan ketersediaannya, tidak seluruhnya dikirim ke provinsi lain. Kita atur neraca pangannya,” tegas Andap.

Baca Juga :  Kota Kendari Masuk Daftar Tertinggi Kasus DBD se-Indonesia, Total 16 Meninggal Gegara DBD se-Sultra

Andap juga menghimbau kepala daerah agar mengambil langkah-langkah untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga selama Bulan Suci Ramadan dan menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 1445 H.

“Kita harus berkomitmen dan bertanggung jawab dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga jelang Idulfitri 2024 di Provinsi Sultra melalui langkah-langkah yang terencana, terprogram dan terimplementasi dengan baik ,” tutupnya. Adm

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x