BERITA TERKINIHEADLINE

Menteri Ara Ungkap Peran Ridwan Bae & Ahmad Safei di Balik 10 Ribu Kuota Bedah Rumah Sultra

×

Menteri Ara Ungkap Peran Ridwan Bae & Ahmad Safei di Balik 10 Ribu Kuota Bedah Rumah Sultra

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkap peran besar anggota DPR RI Dapil Sulawesi Tenggara (Sultra) Ridwan Bae dan Ahmad Safei menghadirkan alokasi 10 ribu unit program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah untuk masyarakat Sultra pada 2026.

Pernyataan itu disampaikan langsung Maruarar saat menghadiri kick off Program BSPS se-Sulawesi yang dipusatkan di Kelurahan Lapulu, Kota Kendari, pada 29 Mei 2026. Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae, Anggota Komisi V DPR RI Ahmad Safei, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti serta Wali Kota Kendari Siska Karina Imran.

Maruarar merinci Sultra awalnya memperoleh alokasi 8.973 unit program bedah rumah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.238 unit dialokasikan untuk kawasan pesisir, 902 unit untuk kawasan perdesaan, dan 833 unit untuk kawasan perkotaan.

Baca Juga :  HUT Sultra Jadi Momentum Berbenah, Plh Sekda Ajak ASN Tetap Adaptif di Tengah Efisiensi Anggaran

“Sultra 8.973 unit. Ini kerja dan daya juang mereka (Ridwan Bae dan Ahmad Safei) di Komisi V untuk rakyat yang mereka wakili,” kata Maruarar.

Menteri yang akrab disapa Ara itu menilai peningkatan alokasi BSPS di Sultra tidak terlepas dari perjuangan dua legislator asal Bumi Anoa. Ridwan Bae yang cukup lama bergulat di komisi V DPR RI, kata Menteri Ara memperjuangkan program BSPS sehingga setiap tahun alokasi program bedah rumah di Sultra terus bertambah secara signifikan.

“Jadi saya katakan apa adanya, Presiden Prabowo didukung DPR, khususnya Komisi V, terutama Ridwan Bae dan Pak Ahmad Safei, menaikkan lebih dari 7.000 unit untuk Sultra,” ujarnya.

Seiring berjalannya proses penganggaran, alokasi BSPS untuk Sultra kembali bertambah hingga mencapai 10 ribu unit pada 2026. Terakhir, tambahan kuota 650 unit berasal dari lobi Pemerintah Provinsi Sultra melalui komunikasi langsung dengan Kementerian PKP.

Baca Juga :  Wali Kota Siska Karina Imran Gugat Cerai Adriatma Dwi Putra Sejak April di PA Kendari, Sempat Sidang Sekali

Penambahan itu dilakukan setelah Gubernur Sultra Andi Sumangerukka bertemu dengan Menteri PKP di Jakarta beberapa waktu lalu. Pertemuan tersebut menghasilkan kebijakan tambahan alokasi BSPS sebanyak 650 unit.

Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Sultra, Martin Effendi Patulak, menjelaskan mayoritas kuota bedah rumah yang diperoleh Sultra merupakan hasil perjuangan Ridwan Bae dan Ahmad Safei di Komisi V DPR RI.

Sementara itu, tambahan 650 unit merupakan hasil usulan yang disampaikan Pemerintah Provinsi Sultra kepada Kementerian PKP.

“Sebelumnya yang diluncurkan di Lapulu hampir 9000 unit. Saat kami ke Jakarta, jumlahnya sudah bertambah menjadi 9.350 unit. Mungkin dari daerah juga sudah melobi. Ketika bertemu Menteri PKP bersama Pak Gubernur, kami memintakan tambahan 650 unit. Jadi total keseluruhan menjadi 10 ribu unit,” kata Efendi, Rabu (10/6/2026).

Baca Juga :  Potret UMKM Eks MTQ yang Kini Mangkal ke Balai Kota Kendari Jelang HUT Sultra

Ia menjelaskan, tambahan 650 unit tersebut telah dibagi untuk beberapa kabupaten di Sultra. Kabupaten Konawe Kepulauan, Buton Utara, Konawe Utara, Bombana, Kota Baubau, dan Buton Selatan masing-masing mendapatkan 100 unit. Sementara Kabupaten Buton memperoleh sisa 50 program bedah rumah.

Martin menambahkan, alokasi awal sebanyak 8.973 unit telah memiliki pembagian wilayah penerima dan sebagian sudah memasuki tahap pelaksanaan di lapangan.

“Yang kuota awal sudah ada pembagiannya dan sebagian bahkan sudah mulai dikerjakan. Sedangkan tambahan 650 unit ini akan menyusul proses pelaksanaannya,” ujarnya.

Program BSPS merupakan salah satu program pemerintah pusat yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah melalui perbaikan rumah tidak layak huni. Dengan total alokasi mencapai 10 ribu unit pada 2026, Sultra menjadi salah satu daerah yang memperoleh kuota bedah rumah terbesar di Indonesia. Adm

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x