SULTRABERITA.ID, KENDARI – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menggagas konsep ‘pernikahan massal’ agar lulusan pendidikan vokasi bisa mudah mendapat kerja setelah lulus. Dia mendorong penyelenggara pendidikan vokasi baik SMK maupun politeknik, menyiapkan para peserta didik agar langsung diserap oleh industri.
“Namanya pernikahan massal. Kita menggunakan analogi ini karena menurut kami ini yang bisa menjadi tema yang mendorong sekolah vokasi, baik politeknik maupun SMK untuk ramai-ramai mencari jodoh di bidang industri,” kata Nadiem dalam Rapat Kerja virtual bersama Komisi X DPR RI, Kamis (2/7).
BACA JUGA :
- Momen 10 Balon Rektor UHO Duduk Ngobrol Bareng Plt Rektor Saat Gladi Adu Visi Misi di Aula Mokodompit
- Trend Harga Emas di Kendari Turun: Dulu Tembus Rp3 Juta, Kini Dibanderol Rp2,6 Juta per Gram
- Tradisi Suku Muna Olah Umbi Hutan yang Mengandung Sianida Jadi Kuliner Lezat, Bisa Hasilkan Cuan
- PT Vale Pomalaa Teratas, Bapenda Sultra Rilis 5 Perusahaan Tambang Paling Taat Pajak
- Basarnas Selamatkan 8 Penumpang Kapal yang Terombang-ambing di Perairan Batuatas, Busel
Poin pertama dalam pernikahan masal ini adalah perumusan kurikulum. Nadiem berharap sekolah dan perguruan tinggi vokasi bisa memutakhirkan kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan industri.
Selain itu, Nadiem juga mendorong penyelenggaraan pendidikan vokasi untuk menjalin kerja sama perekrutan dengan pelaku industri. Dengan begitu, lulusan mereka langsung bisa terserap ke dunia kerja.
“Kalau ‘pernikahannya’ itu tidak menghasilkan kontrak kerja sama atau kontrak rekrutmen, itu artinya belum sah lah pernikahannya. Itu yang kita push kepada sekolah-sekolah kita,” tutur mantan bos Gojek tersebut.
Sejak dilantik menjadi Mendikbud pada 23 Oktober 2019, Nadiem dikenal dengan ide-ide yang menyita perhatian publik. Ia pernah menggagas penghapusan ujian nasional (UN) dan menggantinya dengan model assessment.
Nadiem juga mengusung kebijakan Kampus Merdeka. Salah satu poin kebijakan itu adalah memperbolehkan mahasiswa mengganti sistem kredit semester (SKS) dengan pembelajaran di luar kampus, seperti magang ataupun kewirausahaan. Adm
Sumber : cnnindonesia.com
Judul : https://m.cnnindonesia.com/nasional/20200702151129-20-520090/optimalisasi-vokasi-nadiem-gagas-konsep-nikah-massal




