LAJUR.CO, KENDARI – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menemukan jumlah anak yang mengalami gangguan kesehatan mental lebih banyak dibandingkan orang dewasa. Indikator pemeriksaannya adalah gejala depresi dan kecemasan ditemukan.
Hal tersebut terungkap melalui program cek kesehatan gratis (CKG) sepanjang tahun 2025.
“Dari 27 juta penduduk yang diperiksa kesehatan jiwanya, gejala depresi dan gejala kecemasan pada anak remaja ini lima kali lebih besar dibandingkan kelompok usia dewasa dan lansia,” ungkap Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kemenkes Asnawi Abdullah, dikutip dari Antara News, Rabu (11/2/2026).

Kemenkes mencatat sebanyak 363.362 pelajar atau sebanyak 4,8 persen mengalami gejala depresi dan 338.316 pelajar atau sebanyak 4,4 persen mengalami gejala kecemasan.
Sementara itu, gejala depresi pada usia dewasa dan lansia terjadi pada 174.579 orang atau 0,9 persen dan sebanyak 153.903 orang atau 0,8 persen mengalami gejala kecemasan.
“Dengan CKG ini kami dapat melakukan deteksi lebih awal, sehingga dapat dilakukan tindak lanjut agar kesehatan pelajar terjaga hingga dewasa nantinya,” tambahnya.
Asnawi mengatakan pihaknya tengah berusaha melakukan perubahan deteksi masalah kesehatan mental di Indonesia. Menurutnya, guru juga memiliki peran besar dalam melakukan deteksi awal.
“Evaluasi kami pelajar ini mengalami gejala depresi karena banyak faktor. Faktor utama karena tuntutan prestasi. Jangan nanti setelah parah baru diketahui anak ini mengalami persoalan mental. Ini menjadi satu fokus dalam pelaksanaan cek kesehatan gratis bagi pelajar,” tandasnya. Adm
Sumber : Detik.com




