LAJUR.CO, KENDARI – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra), Bismi Maulana Nugraha, menyebutkan bahwa peningkatan jumlah investor pasar modal di Sultra mencerminkan semakin kuatnya literasi dan partisipasi masyarakat dalam investasi.
Pernyataan tersebut disampaikan seiring data OJK Sultra yang mencatat jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai 156.131 investor, tumbuh 76,1 persen yoy pada Triwulan I 2026.
Pertumbuhan investor ini terutama didorong oleh meningkatnya minat pada instrumen reksa dana, saham, dan Surat Berharga Negara (SBN) yang semakin mudah diakses masyarakat.
Aktivitas transaksi pasar modal tercatat aktif dengan nilai mencapai Rp447,92 miliar serta total 134.502 transaksi selama periode tersebut.
Kota Kendari menjadi wilayah dengan aktivitas investor terbesar, diikuti Kabupaten Kolaka dan Kota Baubau yang juga menunjukkan tren peningkatan signifikan.
Bismi menegaskan bahwa perkembangan ini tidak lepas dari peningkatan literasi keuangan dan perluasan akses digital di sektor investasi.
“Pertumbuhan ini menunjukkan masyarakat semakin percaya diri dalam berinvestasi dan memahami manfaat pasar modal,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan jumlah investor menjadi indikator positif inklusi keuangan di daerah.
OJK akan terus mendorong edukasi agar masyarakat semakin bijak dalam memilih instrumen investasi.
Ke depan, penguatan literasi dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan investor di Sultra. Adm





