BERITA TERKINIEKOBISHEADLINE

OJK Sultra – Pemkab Kolut Susun Skema Garap Komoditas Kakao

×

OJK Sultra – Pemkab Kolut Susun Skema Garap Komoditas Kakao

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Kakao menjadi salah satu tumpuan ekonomi masyarakat di Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra). Potensinya terbilang sangat besar. Dalam setahun, produksi kakao dari Kabupaten Kolut bisa mencapai 62.260 ton dari areal perkebunan seluas 78.969 hektare.

Potensi tersebut kini mendapat atensi serius dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra). Melalui perluasan Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED), OJK ingin mendorong kakao Kolut tumbuh lebih kuat, terutama dari sisi akses permodalan, kualitas produksi, hingga rantai pasok.

Sebagai langkah awal, Senin (31/8/2026), OJK Sultra mengundang sejumlah mitra strategis membahas rencana jangka penjang pengembangan produk kakao Kolut.Total 43 perwakilan mulai Pemerintah Kabupaten Kolut, lembaga jasa keuangan, hingga pihak swasta sebagai offtaker hadir bersama memetakan potensi Kakao Kolut.

Rapat dihadiri langsung Bupati Kolut Nur Rahman Umar, Kepala Direktorat Pengembangan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Winter Marbun, serta perwakilan Bank Indonesia Sultra, Bank Sultra, Permodalan Nasional Madani (PNM), Pegadaian, BPJS Ketenagakerjaan, dan PT Comextra Majora selaku offtaker.

Kepala OJK Sultra Bismi Maulana Nugraha mengatakan pengembangan kakao Kolut merupakan bagian dari upaya memperkuat kontribusi sektor jasa keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Program tersebut sekaligus menjadi tindak lanjut amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Baca Juga :  Kapal Angkut Bahan Kimia Terbakar di Perairan Kabaena: Tiga Keracunan, Satu Korban Tewas

“Komoditas kakao merupakan komoditas prioritas nasional sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Setelah sebelumnya sukses mengimplementasikan PED komoditas kakao di Kabupaten Konawe Selatan, kini kami memperluas cakupannya ke Kabupaten Kolaka Utara yang memiliki potensi sangat besar yaitu mencatatkan total produksi mencapai 62.260 ton per tahun dengan luas areal perkebunan mencapai 78.969 hektare,” ujar Bismi.

Bagi OJK, besarnya potensi tersebut perlu diikuti dengan ekosistem yang mampu membuat komoditas kakao memiliki nilai lebih. Artinya, pengembangan tidak berhenti pada peningkatan hasil panen, tetapi juga menyentuh pembiayaan, pengolahan, pemasaran, hingga akses pasar.

Bupati Kolut Nur Rahman Umar menyambut baik langkah yang diinisiasi OJK Sultra. Pemerintah daerah menyatakan siap mendukung melalui penyediaan data pelaku usaha, penguatan kelembagaan, serta integrasi program daerah dengan agenda hilirisasi kakao.

Nur Rahman menilai pengembangan kakao perlu melihat seluruh rantai usaha. Petani tidak cukup hanya didorong menghasilkan lebih banyak, tetapi juga perlu mendapatkan dukungan agar kualitas dan nilai hasil panen ikut meningkat.

“Pengembangan kakao harus melihat keseluruhan ekosistem dari hulu hingga pemasaran dan nilai tambah. Kita perlu mendorong perubahan orientasi dari mengejar sebanyak-banyaknya kilogram (‘berburu berat’) menjadi mengejar produktivitas sekaligus kualitas dan nilai setiap kilogram (‘berburu nilai’), serta menghilangkan ego sektoral dengan membagi peran secara jelas pada setiap rantai nilai,” kata Nur Rahman.

Baca Juga :  Punya Ide Kreatif & Inovatif? Tuangkan Karyamu di Kompetisi Opini Ilmiah Forkestra BI Sultra, Hadiah Rp100 Juta Menanti

Di tengah upaya tersebut, akses permodalan menjadi salah satu bagian yang tak kalah penting. Winter Marbun menekankan perlunya mengoptimalkan industri pembiayaan nonperbankan, modal ventura, serta lembaga keuangan mikro untuk mendukung petani, koperasi, dan pelaku UMKM yang berada dalam ekosistem kakao.

Dukungan pembiayaan diharapkan dapat menyesuaikan kebutuhan pelaku usaha di sektor pertanian. Dengan akses modal yang lebih terbuka dan sesuai, petani memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha, meningkatkan kapasitas produksi, sekaligus memperbaiki kualitas hasil kebun.

Penguatan tersebut dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak. Bank Indonesia Sultra, Bank Sultra, PNM, Pegadaian, BPJS Ketenagakerjaan, dan PT Comextra Majora akan mengambil peran dalam membangun rantai pasok kakao Kolut dari hulu hingga hilir.

Mulai dari modernisasi dan permodalan di tingkat hulu, perlindungan jaminan sosial bagi petani, penguatan standardisasi untuk kebutuhan ekspor, hingga kepastian pasar di sisi hilir.

OJK Sultra juga mendorong peningkatan literasi keuangan dan inkubasi keluarga petani agar semakin bankable. Pembiayaan rantai pasok atau supply chain financing serta perluasan akses pembiayaan sektor riil menjadi bagian dari upaya tersebut.

Baca Juga :  OJK Sultra Dorong Nelayan dan UMKM KNMP Konawe Melek Keuangan

Lebih jauh, kakao Kolut diharapkan memiliki identitas yang kuat. Bukan sekadar biji kakao yang berpindah dari satu rantai perdagangan ke rantai berikutnya, tetapi produk dengan mutu, proses, dan profil cita rasa yang menunjukkan asal-usulnya.

Dengan penguatan kualitas dan hilirisasi, kakao Kolut diharapkan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dan mampu bersaing di pasar global. Pada saat yang sama, manfaat ekonominya diharapkan kembali lebih besar kepada petani dan masyarakat di daerah.

Perluasan Program PED Kakao ke Kolut diharapkan menjadi langkah nyata untuk memperluas akses pembiayaan, memperkuat kapasitas petani, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut, OJK Sultra bersama para pemangku kepentingan akan menyiapkan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Penandatanganan tersebut direncanakan berlangsung langsung di Kabupaten Kolut.

MoU tersebut nantinya menjadi pijakan memperkuat kolaborasi pengembangan kakao dari hulu hingga hilir, sekaligus memastikan potensi besar kakao Kolut dapat memberi nilai tambah yang lebih besar bagi petani dan perekonomian daerah. Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *