?>
BERITA TERKINIDAERAHHEADLINE

Pakai Skema ‘Calon Petani Calon Lahan’, Pemkab Konawe Siap Gas Komoditi Jagung

×

Pakai Skema ‘Calon Petani Calon Lahan’, Pemkab Konawe Siap Gas Komoditi Jagung

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI — Sebagai daerah dengan daya serap jagung terbesar di Sulawesi Tenggara (Sultra), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe terus bergiat merancang pengembangan penanaman jagung sebagai salah satu komoditi unggulan daerah.

Langkah ini tidak hanya mendukung prioritas Pemprov Sultra dalam peningkatan produksi jagung, tetapi juga sejalan dengan visi pembangunan daerah “Konawe Bersahaja” yang menekankan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Progress 80 Persen, Pemprov Sultra Gelontorkan Rp6 Miliar Rehabilitasi Kawasan Eks MTQ

Bupati Konawe, Yusran Akbar, mengungkap bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat ketersediaan komoditi jagung, di antaranya melalui program Calon Petani Calon Lahan (CPCL) yang akan mulai berjalan pada Januari 2026.

“Untuk menambah produksi jagung, kita pakai model CPCP 10 hektar per desa. Dari total 291 desa, kita target bisa terealisasi 100 hingga 150 desa pada tahap awal,” papar Yusran Akbar saat ditemui, Sabtu (25/10/2025).

Baca Juga :  Didik Madiyono Ditunjuk Leader Baru Dewan Komisioner LPS, Gantikan Menkeu Purbaya

Sebagai bentuk dukungan nyata kepada petani, lanjut Yusran Akbar, Pemkab Konawe juga akan menyalurkan sejumlah bantuan. Di antaranya bibit jagung gratis kepada kelompok tani serta alat mesin pertanian (alsintan) seperti kultivator penggembur tanah dan alat penanam jagung.

Langkah tersebut, katanya, diharapkan mampu mempercepat proses penanaman dan meningkatkan hasil panen jagung.

Lebih lanjut, Bupati Yusran menekankan pentingnya kolaborasi antara petani dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar pengelolaan lahan dapat dilakukan secara efisien dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Bank Sultra Perkuat Kemitraan dengan Pemda Konawe Melalui KKPD & Program CSR

“Kita sudah ajukan perencanaannya di tahun 2025, dan nanti para petani akan bekerja sama dengan PPL di desa-desa,” tambahnya.

Melalui program pengembangan jagung ini, sambungnya, Konawe ditargetkan mampu melakukan peningkatan produksi agar tetap menjadi sentra jagung terbesar di Sultra. Red

?>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

?>
?>