BERITA TERKINIHEADLINEKESEHATANLIFE STYLE

Pasien Suspect Corona Tak Ditanggung, BPJS Sultra : Belum Ada Instruksi Resmi!

×

Pasien Suspect Corona Tak Ditanggung, BPJS Sultra : Belum Ada Instruksi Resmi!

Sebarkan artikel ini

SULTRABERITA.ID, KENDARI – Menteri Kesehatan RI, dr Terawan Agus mengatakan pasien Virus Corona tidak masuk dalam daftar pasien yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Hal tersebut disampaikan dokter Terawan usai Rapat di Senayan, Selasa 28 Januari 2020.

Dikonfirmasi terkait kabar disampaikan Menteri Kesehatan RI, perwakilan BPJS Kesehatan Sultra, Wawan menyatakan pihaknya belum mendapat informasi secara resmi.

BACA JUGA :

Baca Juga :  Ketua DPRD Sultra Teken Hasil Fit and Proper Test Lima Calon Anggota Komisi Informasi

“Kita belum dapat informasi. Kemarin itu sempat disampaikan tidak ditanggung BPJS. Kalau secara resmi belum ada instruksi tentang itu. Kita prinsipnya tunduk pada aturan pusat,” ujar Wawan dihubungi via telepon selular, Rabu 29 Januari 2020.

Sebagaimana dilansir inews.id, Selasa 28 Januari 2020, meski penderita Pneumonia Wuhan nantinya di luar tanggungan BPJS, pemerintah telah menyiapkan skema anggaran khusus jika kasus tersebut masuk di Indonesia.

Baca Juga :  Sultra Bebas Beli Pertalite & Solar Tanpa Wajib Daftar di Aplikasi MyPertamina

“Jadi begini, untuk korona ada sendiri anggaran dari Kementerian Kesehatan, dan enggak usah khawatir. Makanya semua yang kita rawat itu mereka tenang,” kata Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (28/1/2020).

Sementara itu, oleh DPRD Sultra, kasus wabah virus corona mendapat atensi serius di Sultra. Hal ini mengingat Bumi Anoa menjadi daerah pengimpor TKA China tertinggi.

Negara China sendiri diketahui merupakan sentra penularan pertama virus berbahaya tersebut.

Wakil Ketua DPRD Sultra, Muh Endang SA sudah meneken rekomendasi moratorium sementara TKA China dan turis asing di Sultra pascarapat mitigasi wabah virus corona di Kantor DPRD Sultra kemarin.

Baca Juga :  Program Kampanye Daur Ulang Sampah DLH Sultra: Paving Blok Limbah PLN Hingga Kerajinan Plastik

Dikutip dari Kompas.com, Selasa 28 Januari 2020, otoritas China mengumumkan peningkatan total kematian akibat virus corona, dari sebelumnya berjumlah 82 orang meningkat menjadi 106 orang.

Lebih dari 4.515 orang lainnya telah terkonfirmasi positif terinfeksi virus tersebut. Total negara yang telah terdeteksi memiliki virus corona menjadi 16 negara. Masing-masing adalah China, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Singapura, Australia, Amerika Serikat, Kamboja, Malaysia, Nepal, Kanada, Srilanka, Prancis, Vietnam dan Jerman. Adm











0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x