LAJUR.CO, KENDARI – Pemerintah Kota Kendari akan mengambil alih tata kelola parkiran di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sodohoa demi menjamin ketertiban dan mencegah kemacetan lalu lintas di kawasan tersebut. Kebijakan itu disampaikan Wakil Wali Kota Kendari Siska Karina Imran saat menghadiri peresmian fasilitas PPI Sodohoa oleh Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (30/1/2026).
Siska mengatakan, revitalisasi PPI Sodohoa yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sultra merupakan langkah strategis dalam menghidupkan kembali ikon Kota Kendari. Karena itu, ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga fasilitas yang telah dibangun.
“Atas nama Pemerintah Kota Kendari dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Sulawesi Tenggara yang telah merevitalisasi PPI Sodohoa. Ini merupakan ikon Kota Kendari yang harus kita jaga bersama,” ujar Siska.

Ia menambahkan, Pemkot Kendari akan menata ulang sistem parkiran dan arus lalu lintas di sekitar PPI agar aktivitas jual beli ikan berlangsung tertib dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.
“Saya titip pesan, kebersihan harus dijaga dan aktivitas harus tertib. Parkiran akan diambil alih Pemkot supaya jalur lalu lintas rapi dan tidak ada kemacetan,” tegasnya.
Gubernur Sultra Andi Sumangerukka (ASR) meresmikan operasional PPI Sodohoa, Kecamatan Kendari Barat, usai direhabilitasi total melalui APBD Sultra 2025. ASR menegaskan, kondisi PPI Sodohoa saat ini jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, namun pengelolaan dan perawatan tetap menjadi kunci utama.
“Hari ini kita resmikan. Tahun lalu tidak seperti ini. Ke depan harus dipelihara dengan baik. Masih ada yang kurang dan akan direhabilitasi secara keseluruhan,” kata ASR.
Gubernur menekankan penataan kawasan PPI harus dilakukan secara menyeluruh. Ke depan, pedagang tidak lagi diperbolehkan berjualan di luar area PPI. Pemerintah akan mengatur zona basah dan zona kering, sehingga pedagang tidak perlu lagi membawa kursi dan meja sendiri. Selain itu, direncanakan penambahan sekitar 50 lapak baru agar aktivitas nelayan dan pedagang ikan lebih tertata.
ASR juga menyoroti pentingnya keberadaan cold storage untuk menjaga kualitas ikan agar harga tidak jatuh. Selama ini, nelayan hanya mengandalkan es batu di kapal untuk mempertahankan mutu hasil tangkapan.
“Dengan fasilitas ini, kualitas dan harga ikan pasti naik. Nelayan punya penghasilan lebih, anak-anak bisa sekolah. Soal listrik cold storage akan kita pikirkan solusinya,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah akan terus memperbaiki sanitasi dan pengelolaan sampah di kawasan PPI Sodohoa agar tetap bersih, higienis, dan nyaman. ASR juga mengingatkan pentingnya infrastruktur pendukung, termasuk kondisi jalan di sekitar PPI.
“Apa gunanya tempat bagus kalau jalannya jelek. Ini belum sesuai ekspektasi saya dan masih ada kesempatan untuk diperbaiki,” tegasnya.
Revitalisasi PPI Sodohoa dibiayai melalui APBD 2025 dan APBD Perubahan 2025 dengan total anggaran lebih dari Rp6 miliar. Anggaran tersebut mencakup pembangunan cold storage, gedung koperasi baru, meja ikan, serta perbaikan pabrik es. Selain itu, dialokasikan anggaran sarana dan prasarana pasar sekitar Rp400 juta, anggaran PPI dari APBD Perubahan sebesar Rp6,2 miliar, serta rehabilitasi pagar senilai Rp900 juta.
Plt Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Sultra Tommy Putra Alamsyah Bunggasi mengatakan, seluruh pekerjaan rehabilitasi PPI Sodohoa telah diselesaikan sesuai perencanaan. Fasilitas lapak, gedung, dan pagar dirancang permanen agar aktivitas nelayan berjalan tertata dan kawasan PPI tidak kembali kumuh.
“Kami berharap kawasan PPI ini dijaga dan dirawat bersama agar memberi manfaat lebih besar dan berkelanjutan bagi masyarakat,” kata Tommy.
Gubernur ASR menegaskan, PPI Sodohoa bukan sekadar tempat bongkar muat hasil laut, melainkan simpul ekonomi dan pusat aktivitas nelayan yang berperan besar dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat pesisir. Dengan fasilitas yang memadai dan pengelolaan yang baik, rantai distribusi ikan diharapkan semakin efisien dan memberi nilai tambah bagi sektor perikanan dan kelautan di Sultra. Adm



