LAJUR.CO, KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bergerak cepat menangani banjir di kawasan Kali Wanggu, Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, dengan membangun tenda darurat dan dapur umum untuk warga terdampak.
Penanganan darurat itu dilakukan melalui Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemprov Sultra setelah banjir merendam permukiman warga di sejumlah titik kawasan Kali Wanggu.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sultra Andi Syahrir mengatakan laporan sementara dari Dinas Sosial Sultra mencatat wilayah terdampak berada di RT 03, RT 09, dan RT 12 Kelurahan Lepo-Lepo.
“Banjir tersebut mengakibatkan sebanyak 42 kepala keluarga (KK) atau 112 jiwa terdampak, serta 35 rumah warga tergenang air,” jelas Andi Syahrir.
Menurutnya, instansi teknis Pemprov Sultra langsung turun ke lokasi begitu menerima laporan banjir di kawasan Kali Wanggu.
Ia mengatakan Dinas Sosial telah mendirikan tenda pengungsian dan dapur umum lapangan guna membantu kebutuhan dasar warga terdampak banjir.
Ambulans dan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Sultra juga sudah berada di lokasi untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak.
Selain memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, BPBD Sultra terus berkoordinasi untuk mempercepat penanganan banjir sekaligus memastikan kondisi masyarakat tetap aman di tengah cuaca ekstrem.
Hingga Sabtu malam (9/5/2026), Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Sultra Muhammad Fadlansyah turut berada di lapangan mendampingi petugas serta mengoordinasikan penanganan korban banjir di kawasan Kali Wanggu.
Banjir di Kali Wanggu sendiri dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Kendari dan menyebabkan sejumlah kawasan permukiman warga terendam air. Adm





