LAJUR.CO, KENDARI – Koperasi Sekolah GEMA (Gerakan Ekonomi Mandiri dan Aman) resmi hadir di SMA Negeri 2 Kendari. Kehadiran koperasi tersebut menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengenal praktik usaha sekaligus memahami tata kelola koperasi sejak bangku sekolah.
Peluncuran Koperasi GEMA mendapat dukungan Dinas Koperasi dan UMKM Sulawesi Tenggara (Sultra). Instansi tersebut menilai koperasi sekolah dapat menjadi media pembelajaran untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan mendorong siswa mengenal dunia usaha secara lebih nyata.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sultra, La Ode Muhamad Shalihin, menyampaikan keberadaan koperasi sekolah memberikan kesempatan kepada siswa mempelajari prinsip kerja sama, aktivitas usaha, hingga pengelolaan organisasi koperasi.
Menurutnya, pengalaman tersebut penting agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengetahui mekanisme operasional dan manajemen koperasi sebelum memasuki kehidupan bermasyarakat.
“Kami Dinas Koperasi dan UMKM Sultra sangat mendukung adanya koperasi sekolah. Ini bagian dari pembelajaran kepada siswa tentang bagaimana berusaha dan menjadi entrepreneur,” ujarnya seusai launching Koperasi GEMA SMA Negeri 2 Kendari, Rabu (12/8/2026).
Shalihin menyebut Dinas Koperasi dan UMKM Sultra siap memberikan pendampingan kepada pihak sekolah, termasuk melalui sosialisasi mengenai prinsip dan tata kelola perkoperasian.
Upaya memperkuat literasi koperasi juga dilakukan melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan Sultra. Kedua instansi tersebut tengah menyusun rancangan kurikulum agar materi perkoperasian dapat terintegrasi dengan proses pembelajaran.
“Sehingga betul-betul minat berusaha menjadi entrepreneur di kalangan siswa kita tumbuhkan lewat mata pelajaran koperasi,” jelasnya.
Kepala SMA Negeri 2 Kendari, Nur Aida, mengatakan pembentukan Koperasi GEMA merupakan gagasan yang telah direncanakannya sejak tiga tahun lalu.
Rencana tersebut akhirnya terealisasi melalui kolaborasi pihak sekolah dengan mahasiswa KKN Tematik Universitas Halu Oleo (UHO). Selama satu bulan, mahasiswa KKN berperan sebagai fasilitator yang menghubungkan sekolah dengan pihak kampus.
“Hari ini betul-betul terealisasikan dan itu adalah hasil kolaborasi dari mahasiswa KKN Tematik. Mereka satu bulan berada di SMA 2 Kendari dan menjadi fasilitator untuk penghubung antara sekolah dan juga kampus,” tuturnya.
Nur Aida menjelaskan, pembentukan koperasi diawali dengan koordinasi antara sekolah dan Dinas Koperasi. Selanjutnya, digelar sejumlah lokakarya untuk memberikan pemahaman mengenai koperasi kepada siswa, guru, serta wali kelas.
Usai rangkaian edukasi, pihak sekolah melanjutkan proses pembentukan koperasi hingga pengurusan legalitas.
“Setelah itu kita masuk dalam pembentukan atau pendiriannya, didaftarkan akta notarisnya dan kemarin terbit itu. Sudah ada di tangan kami,” ungkapnya.
Melalui Koperasi GEMA, SMA Negeri 2 Kendari berharap siswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai konsep perkoperasian, tetapi juga memiliki pengalaman mengelola kegiatan usaha secara langsung.
Laporan: Ika Astuti



