BERITA TERKINIHEADLINE

Penyebab Beras SPHP Minim Pembeli Selama Pasar Murah Pemkot Kendari

×

Penyebab Beras SPHP Minim Pembeli Selama Pasar Murah Pemkot Kendari

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) oleh Pemerintah Kota Kendari jelang Iduladha 1447 H mencatat fenomena menarik. Penjualan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di lokasi kegiatan disebut tidak terlalu diminati masyarakat.

Penyebabnya ditengarai lantaran sebagian warga telah lebih dulu menerima bantuan sosial (bansos) pangan dari pemerintah. Stok pangan yang masih ada membuat warga tak begitu minat membeli tambahan beras SPHP padahal harganya sudah diberi diskon oleh pemerintah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Kendari, Abdul Rauf, menyebut penurunan minat tersebut berkaitan erat dengan distribusi bansos yang sebelumnya telah menyasar puluhan ribu keluarga di Kota Kendari.

Baca Juga :  Bencana Banjir Sapu Enam Kabupaten di Sultra: Koltim Tanggap Darurat-Konawe Status Siaga

“Kalau yang saya lihat beras SPHP ini tidak terlalu banyak didominasi masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemkot Kendari melalui program bantuan pangan telah menyalurkan bantuan kepada sekitar 27 ribu kepala keluarga. Setiap keluarga menerima 20 kilogram beras serta 4 liter minyak goreng sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan masyarakat dan menekan dampak kenaikan harga bahan pokok.

Selain itu, bantuan juga diberikan kepada warga yang terdampak banjir dalam bentuk 11 ton beras serta 1.400 liter minyak goreng. Program tersebut menjadi bagian dari intervensi pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, terutama kelompok rentan dan terdampak bencana.

Baca Juga :  BI Pacu Pengembangan Ekonomi Halal di Sultra

Di sisi lain, Pemkot Kendari tetap menggelar GPM sebagai langkah stabilisasi harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha 2026. Program GPM akan berlangsung selama lima hari mulai 20–25 Mei 2026. Lokasinya dipusatkan di area parkir Kantor Balai Kota Kendari.

Selama pasar murah berlangsung, pemerintah menyiapkan 2,5 ton beras SPHP atau 500 karung ukuran 5 kilogram. Harganya disubsidi menjad Rp58 ribu per karung, lebih rendah dibanding harga normal Rp62.500/ karung lima kilogram.

Baca Juga :  Wajah Perempuan PT Vale Indonesia: Dari Minoritas Jadi Penggerak di Industri Maskulin

GPM Pemkot Kendari melibatkan 25 distributor serta 20 stan pelaku usaha kuliner binaan Ikatan Kuliner Kota Kendari. Sejumlah pihak turut mendukung kegiatan Pasar Murah GPM. Di antaranya Bank Indonesia, PT Sosro Indonesia, serta Perum Bulog.

“Alhamdulillah, mereka antusias membantu pemerintah yang berujung pada kepentingan masyarakat,” kata Abdul Rauf.

Meski minat terhadap beras SPHP cenderung menurun, pemerintah berharap GPM tetap menjadi penyangga harga pangan sekaligus menjaga stabilitas pasokan di pasar menjelang hari raya.

Laporan: Ika Astuti

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x