LAJUR.CO, KENDARI — Belasan produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) asal Sulawesi Tenggara (Sultra) mencuri perhatian pengunjung pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan. Dari beragam produk yang ditampilkan, wastra atau kain tenun menjadi salah satu yang paling banyak diminati pengunjung.
Beberapa produk tenun dipamerkan oleh UMKM binaan Kantor Perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Sultra seperti Lily Tenun Galeri, Annisa Tenun Masalili, dan Sultra Tenun. Keindahan dan autentikasi kain tenun khas Bumi Anoa itu mejeng di booth KPwBI Sultra selama acara mulai 21–23 Agustus 2026.
Kain tenun unggulan yang menarik di booth tersebut yakni Hinoru/Tenun Tolaki, koleksi dari Lily Tenun Galeri. Salah satu pengunjung booth KPwBI Sultra yakni Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia (BI) 2026, Destry Damayanti. Ia tampak begitu semangat menyaksikan beragam motif tenun unggulan Sultra di booth tersebut.
Owner Lily Tenun Galeri, Trinop Tijasari, mengatakan pengunjung yang datang ke booth KPwBI Sultra cukup ramai selama pameran berlangsung. Menurut Trinop, produk wastra dan tenun menjadi salah satu yang paling banyak diminati.
“Antusias sangat baik, padat, ramai pengunjung,” kata Trinop kepada lajur.co, Senin (24/8/2026).
Pada pameran nasional itu, Trinop membawa sejumlah kreasi dengan motif khas, di antaranya Pinetaulumbaku yang terinspirasi dari pucuk pakis. Motif tersebut dikembangkan menjadi produk ready to wear. Selain itu, terdapat juga kain dengan pewarna alam dengan motif Pinetoto’ono.
Ia memperkenalkan Hinoru dalam bentuk kain maupun pakaian siap pakai (ready to wear). Kehadiran produk ready to wear menjadi salah satu cara pelaku UMKM seperti Trinop memperluas penggunaan kain tradisional. Konsep ini menawarkan pilihan outer, blazer, bomber, dan berbagai model pakaian lainnya mengikuti tren busana kekinian.
Pameran KKI 2026 sendiri mempertemukan sekitar 550 UMKM dari berbagai daerah dengan beragam produk unggulan. Dari Sultra, produk yang dibawa tidak hanya berupa wastra, tetapi juga produk olahan berbasis komoditas lokal dan berbagai karya kreatif.
Untuk kategori makanan, misalnya, terdapat aneka produk Bravo milik Yanto Honandar, mulai dari kacang mete bumbu spesial atau manis, kacang mete goreng asin, hingga keripik mete dengan jintan hitam.
Uniknya wastra Sultra juga mendapat ruang melalui Showcasing Produk Wastra – Laras Nusantara, yang menampilkan Annisa Tenun Masalili dan Sultra Tenun. Annisa Tenun Masalili garapan Sitti Erni kemudian turut hadir dalam Pagelaran KKI bertajuk Romansa Muda melalui kolaborasi dengan desainer nasional Deri Rizkyanto.
Sementara itu, pada segmen Cangkir Nusantara, produk Sultra diwakili antara lain oleh Coffee Anoa dan Arentim.
Tak hanya lewat pameran fisik, sejumlah UMKM Sultra juga memanfaatkan agenda tahunan Bank Indonesia ini yang berlangsung secara online. Belasan produk UMKM turut dipromosikan dalam kanal digital KKI guna memperluas jangkauan promosi produk lokal.
Dengan begitu, para pelaku UMKM dari Sultra mendapat kesempatan untuk memperkenalkan produk sekaligus melihat langsung respons pasar. Dari kain tradisional yang dikreasikan menjadi pakaian modern hingga kacang mete yang dikemas sebagai oleh-oleh, produk Sultra makin dikenal dan memiliki pasar yang lebih luas. Red



