BERITA TERKINIHEADLINE

Aksi Konservasi Lingkungan KKN Tematik UHO Berlanjut: Buat Praktek Lubang Biopori, Tanam 250 Bibit Pohon

×

Aksi Konservasi Lingkungan KKN Tematik UHO Berlanjut: Buat Praktek Lubang Biopori, Tanam 250 Bibit Pohon

Sebarkan artikel ini
KKN Tematik UHO di Kabupaten Konsel. Foto: Jurusan Lingkungan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan UHO for Lajur.co

LAJUR.CO, KENDARI – Aksi konservasi lingkungan yang dijalankan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Halu Oleo (UHO) terus berlanjut. Kali ini, mahasiswa bersama dosen menggelar praktik pembuatan lubang resapan biopori, penanaman pohon secara simbolis, serta menyiapkan penanaman 250 bibit pohon di Desa Kondoano, Kecamatan Mowila, Kabupaten Konawe Selatan, Sabtu (2/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Terintegrasi KKN Tematik UHO Tahun 2026. Aksi nyata mahasiswa dan dosen berorientasi pada konservasi lingkungan, peningkatan tutupan vegetasi, konservasi tanah dan air, serta penguatan kesadaran masyarakat menjaga kelestarian alam sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

Upaya tersebut menjadi wujud pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat melalui aksi nyata yang melibatkan pemerintah desa, mahasiswa, dosen, dan warga. Kolaborasi berbagai pihak diharapkan mampu memperkuat budaya peduli lingkungan sekaligus menciptakan kawasan yang lebih hijau dan tangguh menghadapi dampak perubahan iklim.

Baca Juga :  Polisi Gagalkan Peredaran 3 Kg Sabu, Satu Pelakunya Perempuan Asal Kolaka

Kegiatan dipimpin Ketua Jurusan Ilmu Lingkungan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan UHO sekaligus Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Terintegrasi KKN Tematik Tahun 2026, Prof. Dr. Ir. La Baco Sudia, M.Si., didampingi dosen pembimbing lapangan dan mahasiswa KKN Tematik UHO.

Prof La Baco Sudia mengatakan keberhasilan konservasi lingkungan tidak dapat diwujudkan tanpa keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, penanaman pohon dan pembuatan lubang resapan biopori merupakan langkah sederhana, tetapi memberikan manfaat besar bagi keberlanjutan lingkungan.

“Melalui penanaman pohon dan biopori, kita dapat meningkatkan daya resap air, mengurangi risiko erosi dan genangan, menjaga keseimbangan ekosistem, sekaligus mendukung upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat menjadikan kegiatan konservasi sebagai kebiasaan yang terus dilakukan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Baca Juga :  Penetapan Tiga Calon Rektor UHO Ditunda, Panitia Sebut Ada SK Keanggotaan Senat Bermasalah

Pada kesempatan yang sama, anggota Tim Pengabdian kepada Masyarakat Terintegrasi KKN Tematik sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), La Gandri, S.Pd., M.Si., menyerahkan secara simbolis 200 bibit pohon kepada Pemerintah Desa Kondoano.

Bibit pohon tersebut diterima Kepala Desa Kondoano, Putu Sukandi, sebagai bentuk dukungan UHO terhadap program penghijauan dan pelestarian lingkungan di wilayah tersebut.

Usai penyerahan bibit, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon secara simbolis yang dipimpin Prof. La Baco Sudia bersama dosen pembimbing lapangan dan mahasiswa KKN Tematik.

Mahasiswa ikut mempraktikkan pembuatan lubang resapan biopori sebagai teknologi konservasi sederhana yang berfungsi meningkatkan infiltrasi air hujan ke dalam tanah, mengurangi limpasan permukaan, sekaligus membantu menjaga ketersediaan air tanah.

Sebanyak 250 bibit pohon selanjutnya akan ditanam secara bertahap di sejumlah titik strategis di Desa Kondoano. Penanaman bibit pohon melibatkan pemerintah desa dan masyarakat sebagai bagian dari gerakan penghijauan desa.

Baca Juga :  Nobar, Kuis Berhadiah, hingga UMKM Ramaikan Semifinal Piala Dunia di Kendari

Rangkaian kegiatan berlangsung penuh semangat dan gotong royong. Mahasiswa KKN Tematik bersama dosen pembimbing bergerak bersama mengimplementasikan ilmu pengetahuan melalui aksi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat upaya pelestarian lingkungan.

Melalui program tersebut, UHO kembali menegaskan komitmennya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui pengabdian kepada masyarakat berbasis ilmu pengetahuan, pemberdayaan masyarakat, dan konservasi lingkungan.

Program itu diharapkan mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian lingkungan, memperbaiki kualitas ekosistem, memperkuat fungsi resapan air, serta mewujudkan Desa Kondoano sebagai desa yang lebih hijau, lestari, dan berkelanjutan. Rls

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x