SULTRABERITA.ID, KENDARI – Prosesi Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang digelar di Auditorium Mokodompit Universitas Halu Oleo (UHO), Minggu 4 Juli 2020, mengabaikan protocol kesehatan Covid-19.
BACA JUGA :
- Pemprov Sultra – Rare Indonesia Siapkan Satgas Gaet Nelayan Awasi Pesisir, Pergub 21/2025 Jadi Payung Hukum
- Setahun Pimpin Kota Lulo, Siska–Sudirman Pamer Capaian & Ambisi di Kancah Global
- Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Santuni 30 Anak Panti Asuhan di Kendari
- ASR Pastikan THR ASN Pemprov Sultra Rp40 Miliar Cair Minggu Depan
- Bazar, Talkshow, hingga Edukasi QRIS Warnai GenBI Ramadhan 2026 di Kolaka
Bagaimana tidak, para calon mahasiswa baru (Maba) ini terlihat berkerumun dan saling berdesakan di depan auditorium saat mengantre tes cepat Corona oleh petugas kesehatan.

Padahal, seyogyanya ada batasan jarak atau physical distacing yang patut ditaati di tengah kondisi penyebaran wabah Corona yang terus meningkat di Kota Kendari.

Tak hanya itu saja, banyak calon mahasiswa bahkan tidak mengenakan masker layaknya aturan wajib bagi mareka yang berada di tengah keramaian guna menghindari transmisi virus.
Pihak panitia atau pengamanan kampus UHO juga tidak terlihat menertibkan kerumunan massa tes UTBK-SBMPTN tersebut.
Sementara itu, Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19, Kota Kendari, dr Algazali menyatakan harusnya pihak kampus lebih disiplin menerapkan protocol Covid-19 saat tes berlangsung.
“Semestinya physical dan social distancing diterapkan baik. Ini demi memutus mata rantai penyebaran corona,” ucap Algazali yang menyayangkan kondisi tersebut.
Terpisah, saat dikonfirmasi tentang abainya protokol Covid-19 saat tes, Wakil Rektor III UHO, Nur Arafah, menyampaikan dalih jika penyelenggaraan tes Covid-19 digelar mendadak. Sehingga tidak ada persiapan matang terkait penertiban tes tersebut.
“Itulah yang saya pikirkan, soalnya waktu yang mepet pada satu tempat. Mungkin meja layanan yang harus banyak,” ujar Nur Arafat. Adm





