BERITA TERKINIHEADLINE

Tiga Gubernur Tertua di Pulau Sulawesi, ASR Masuk Generasi Baby Boomers

×

Tiga Gubernur Tertua di Pulau Sulawesi, ASR Masuk Generasi Baby Boomers

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Enam provinsi di Pulau Sulawesi saat ini dipimpin gubernur dengan rentang usia yang cukup beragam. Dari enam kepala daerah tersebut, tiga di antaranya berusia lebih dari 60 tahun dan menjadi gubernur tertua di kawasan Sulawesi.

Ketiganya adalah Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka, dan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka.

Gubernur tertua di kawasan pulau terbesar kesebelas di dunia itu adalah Gusnar Ismail. Mantan Sekretaris Daerah Kota Gorontalo kelahiran 12 Desember 1959 itu kini sudah berusia 66 tahun.

Perjalanan karier Gusnar berawal dari sejumlah jabatan strategis, seperti Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kota Gorontalo, Asisten Administrasi Pembangunan, Kepala Bappeda, hingga Tenaga Profesional Bidang Sosial Budaya dan Politik Dalam Negeri Lemhannas RI.

Kariernya pun semakin menanjak saat dipercaya menjadi Wakil Gubernur Gorontalo mendampingi Fadel Muhammad. Ia menjabat dalam posisi tersebut selama dua periode, yakni 2001–2006 dan 2007–2009.

Baca Juga :  Parkir di Kawasan Eks MTQ? Ini Pilihan Jika Tak Mau Ban Dikempiskan atau Kendaraan Diangkut Dishub

Politisi Demokrat itu kemudian mengikuti kontestasi Pilgub Gorontalo 2024. Bersama Idah Syahidah Rusli Habibie, Gusnar berhasil meraih 43,40 persen suara sah dan ditetapkan sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih untuk periode 2025–2030.

Sama seperti Gusnar Ismail, Suhardi juga merupakan politisi Partai Demokrat. Ia lahir di Mamuju pada 10 Mei 1962, hanya terpaut sekitar dua setengah tahun dari Gusnar, dan kini berusia 64 tahun.

Nama Suhardi tidak asing dalam pemerintahan daerah dengan ibu kota Mamuju. Sebelum menjadi gubernur, ia pernah menjabat Ketua DPRD Kabupaten Mamuju pada 2000–2005. Setelah itu, ia terpilih sebagai Bupati Mamuju dan menjabat selama dua periode.

Suhardi kemudian mencapai level politik nasional saat terpilih mewakili rakyat Sulbar di parlemen pada Pemilu 2019. Ketua DPD Partai Demokrat Sulbar itu kemudian terpilih dalam Pilgub 2024 bersama Mayor Jenderal TNI (Purn) Salim S. Mengga.

Baca Juga :  Semua Bisnis Gadai di Sultra Berstatus Ilegal, Minus PT Pegadaian

Pasangan tersebut berhasil meraih 46,18 persen suara sah dan ditetapkan sebagai gubernur dan wakil gubernur Sulbar periode 2025–2030.

Berikutnya ada Andi Sumangerukka, eks Kepala BIN Daerah Sultra yang terjun ke dunia politik usai pensiun dari militer. Akrab disapa ASR, lulusan Akademi Militer tahun 1987 ini resmi menjabat Gubernur Sultra setelah memperoleh suara sah 52,39 persen pada Pilkada 2024.

Berbeda dengan Gusnar dan Suhardi yang memiliki latar belakang birokrasi dan politik, perjalanan karier ASR lebih banyak ditempa di dunia militer.

Sejumlah jabatan strategis pernah diemban jenderal bintang dua kelahiran Makassar pada 11 Maret 1963 ini. ASR pernah menjadi Danrem 143/Haluoleo, hingga Panglima Kodam XIV/Hasanuddin pada 2020–2021.

Sementara Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling kini berusia 62 tahun, hanya terpaut beberapa bulan dengan ASR. Kemudian ada Anwar Hafid, Gubernur Sulawesi Tengah yang lahir pada 14 Agustus 1969 dan kini berusia 57 tahun.

Baca Juga :  Mengenal Program Emberisasi 'Pilah Sampah dari Dapur' Dipraktikkan Emak-emak Kompleks Karyawan PT Vale Sorowako

Lalu Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman yang umurnya masih 42 tahun. Saudara Menteri Pertanian Amran Sulaiman ini menjadi gubernur termuda di antara jajaran gubernur di Sulawesi.

Perbedaan usia mereka mencerminkan beragamnya latar belakang para pemimpin di kawasan Celebes. Ada dari birokrasi, meniti karier pemerintahan daerah, hingga berkiprah di lingkungan militer sebelum terjun ke dunia politik.

Menariknya, tiga gubernur tertua lahir dalam rentang 1959 hingga 1963. Khusus ASR masuk kategori Baby Boomers yakni generasi yang lahir tahun 1946 hingga 1964, atau ketika terjadi lonjakan angka kelahiran setelah Perang Dunia II. Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *