LAJUR.CO, KENDARI – Bursa pemilihan Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026-2030 semakin ramai. Ketua Jurusan Ilmu Kelautan UHO, Assoc Prof. Dr. Baru Sadarun resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor, Kamis (21/5/2026).
Masuknya akademisi asal Raha itu menambah daftar kandidat dalam kontestasi Pilrek UHO. Baru Sadarun menjadi wajah baru dalam persaingan menuju kursi pimpinan kampus terbesar di Sulawesi Tenggara tersebut.
Berbeda dengan dua kandidat yang lebih dulu mendaftar, yakni Prof. Takdir Saili dan Prof. Ruslin, yang sebelumnya pernah bertarung dalam suksesi Pilrek UHO. Baru Sadarun tercatat sebagai pemain baru dalam bursa pencalonan rektor UHO.
Praktis kini sudah ada tiga nama yang resmi mengambil bagian dalam tahapan Pilrek UHO. Sebelumnya, Prof. Armin lebih dulu mendaftar pada 18 Mei 2026, disusul Prof. Takdir Saili pada 20 Mei 2026.
Saat ditemui usai pendaftaran, Baru Sadarun mengaku optimistis maju dalam pemilihan rektor UHO. Pengalaman memimpin Jurusan Ilmu Kelautan disebut menjadi modal penting untuk memahami persoalan kampus secara menyeluruh.
Ia menilai, keberhasilan jurusan yang dipimpinnya meraih akreditasi internasional menjadi salah satu capaian yang memperkuat keyakinannya maju dalam Pilrek UHO.
“Hari ini satu-satunya jurusan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan yang terakreditasi internasional adalah Jurusan Ilmu Kelautan,” ujarnya.
Tak hanya itu, ia berencana mendorong adanya dukungan dana operasional khusus bagi jurusan jika dipercaya memimpin universitas. Menurutnya, kualitas jurusan sangat menentukan kemajuan fakultas hingga institusi secara keseluruhan.
Baru Sadarun mengaku telah menyiapkan diri jauh sebelum tahapan pendaftaran Pilrek UHO dibuka. Salah satu langkah awal yang dilakukannya yakni mengevaluasi berbagai program kepemimpinan sebelumnya.
“Kalau ada hal-hal yang masih kurang, itu saya pikirkan ada tidak solusinya yang bisa saya kembangkan, dan hari ini saya datang sudah dengan persiapan itu,” katanya.
Salah satu fokus pembenahan yang menjadi perhatiannya ialah pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di lingkungan kampus. Menurutnya, teknologi AI dapat mendukung penyusunan dokumen digital tanpa kertas, pengembangan sistem perkuliahan daring, hingga pelaksanaan seminar dan kerja sama akademik tanpa batas ruang dan waktu.
Selain itu, kecerdasan buatan dinilai mampu membantu proses analisis data pada bidang-bidang tertentu yang selama ini membutuhkan waktu panjang jika dilakukan secara manual.
“Misalnya saya ambil khusus di bidang saya, seperti penggunaan kelautan, seperti data-data terumbu karang yang sangat membutuhkan waktu lama jika dianalisis secara manual. Tapi dengan adanya penggunaan AI itu akan menjadi lebih mudah,” tuturnya.
Meski demikian, ia menegaskan AI bukan pengganti manusia, melainkan alat bantu untuk mendukung pengambilan keputusan serta analisis program yang kompleks dan berisiko tinggi.
Sementara itu, Ketua Panitia Pilrek UHO, Prof. Ali Bain, mengatakan seluruh dokumen persyaratan milik Baru Sadarun dinyatakan lengkap.
“Selanjutnya nanti, kita akan verifikasi oleh seluruh panitia pada tahapan berikutnya,” kata Dekan Fakultas Peternakan UHO tersebut.
Laporan: Ika Astuti





