LAJUR.CO, KENDARI – Potensi cuaca ekstrem diperkirakan masih akan melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam sepekan ke depan.
Berdasarkan data yang diterima LAJUR.CO, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat kondisi atmosfer yang tidak stabil meningkatkan peluang terjadinya hujan lebat disertai guntur dan angin kencang selama periode 18 hingga 24 Mei 2026.
Dalam peringatan dini cuaca yang dikeluarkan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, aktifnya gelombang atmosfer Kelvin, pola konvergensi atau perlambatan massa udara di wilayah Sultra, serta suhu muka laut yang hangat menjadi faktor utama meningkatnya potensi pembentukan awan hujan.
Sejumlah daerah diperkirakan berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Pada 18 Mei 2026, wilayah yang berpotensi diguyur hujan antara lain Kolaka, Kolaka Timur, Konawe Selatan, Kendari, Buton, dan Baubau. Selanjutnya pada 19 Mei, potensi hujan meluas ke Kolaka, Bombana, Konawe, Muna Barat, Buton, Buton Tengah, Buton Selatan, dan Baubau.
Memasuki 20 Mei 2026, wilayah terdampak diprediksi meliputi Kolaka, Kolaka Timur, Konawe Selatan, Muna Barat, Buton, Buton Tengah, Buton Selatan, dan Baubau. Sementara pada 21 Mei 2026, BMKG memperkirakan hujan berpotensi terjadi di Kolaka Utara, Kolaka, Konawe Utara, Konawe, dan Konawe Selatan.
Kemudian pada 22 Mei 2026, wilayah yang diprediksi mengalami hujan yakni Kolaka Utara, Kolaka, Kolaka Timur, Bombana, Konawe Utara, dan Konawe. Sedangkan pada 23 Mei 2026, potensi hujan diperkirakan terjadi di Kolaka Utara, Konawe Utara, Konawe Selatan, dan Wakatobi.
Adapun pada 24 Mei 2026, BMKG memprediksi hujan berpotensi mengguyur Kolaka Utara, Kolaka Timur, Konawe Utara, Konawe, Muna, Muna Barat, dan Buton Utara.
Kondisi tersebut dipengaruhi aktifnya gelombang atmosfer Kelvin, tingginya kelembapan udara, suhu muka laut yang hangat, serta adanya pola konvergensi udara di wilayah Sultra yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan air, tanah longsor, hingga pohon tumbang akibat hujan lebat dan angin kencang.
Laporan: Ika Astuti





