BERITA TERKINIDAERAHHEADLINE

12 Tahun Hari Jadi Muna Barat: Fokuskan PR Blank Spot, Listrik dan Pariwisata

×

12 Tahun Hari Jadi Muna Barat: Fokuskan PR Blank Spot, Listrik dan Pariwisata

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, MUNA BARAT – Memasuki usia ke-12 tahun, Pemerintah Kabupaten Muna Barat memanfaatkan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) daerah untuk menegaskan fokus pembangunan ke depan. Pemerataan jaringan telekomunikasi di wilayah blank spot, penyediaan listrik bagi desa kepulauan, hingga pengembangan sektor pariwisata menjadi pekerjaan rumah (PR) yang diprioritaskan pemerintah daerah.

Hal tersebut disampaikan Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, usai mengikuti upacara peringatan HUT ke-12 Kabupaten Muna Barat yang dipimpin Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, sebagai inspektur upacara, Rabu (23/7/2026).

Menurut Darwin, salah satu tantangan yang masih dihadapi Muna Barat ialah keterbatasan akses jaringan telekomunikasi di sejumlah wilayah. Untuk mengatasinya, Pemkab Muna Barat telah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) guna memperluas layanan seluler di sejumlah titik yang masih masuk kategori blank spot.

Sebelumnya, Pemkab Muna Barat telah mengusulkan pembangunan Base Transceiver Station (BTS) pada 16 titik wilayah dengan sinyal internet lemah kepada Kementerian Komdigi. Usulan tersebut disampaikan Bupati La Ode Darwin saat melakukan audiensi bersama pihak kementerian di Jakarta pada Mei 2025.

Belasan wilayah yang diusulkan tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, termasuk wilayah kepulauan dan kawasan yang memiliki potensi ekonomi serta pariwisata. Beberapa di antaranya yakni Desa Bero dan Desa Santigi di Kecamatan Tiworo Utara, Desa Waulai, Desa Bungkolo, dan Desa Sawerigadi di Kecamatan Barangka, serta Desa Lagadi di Kecamatan Lawa.

Baca Juga :  Wakil Kepala BPS RI Pimpin Langsung Kick Off Sensus Ekonomi 2026 di Sultra, 251 Ribu Petugas Siap Door to Door

Selain itu, titik lain yang masuk daftar usulan pembangunan BTS yakni Desa Tanjung Pinang dan Desa Ondoke di Kecamatan Sawerigadi; Kembar Maminasa, Barakah, dan Sinar Surya di Kecamatan Tiworo Selatan; Desa Waturempe di Kecamatan Tiworo Kepulauan; Desa Lindo, Lakanaha, dan Katobu di Kecamatan Wadaga; serta Desa Pasipadanga di Kecamatan Maginti.

Darwin mengatakan penguatan jaringan telekomunikasi menjadi kebutuhan penting untuk mendukung aktivitas masyarakat, mulai dari pelayanan publik, pendidikan, ekonomi rakyat, hingga pengembangan sektor pariwisata.

“Kami sudah melakukan komunikasi dengan Kementerian Komdigi untuk memaksimalkan beberapa titik seperti Lagadi, Kusambi, Wakoila, Waokuni, dan titik-titik lainnya agar jaringan seluler 4G bahkan 5G bisa menjangkau masyarakat,” ujar Darwin.

Selain konektivitas digital, pemerataan layanan listrik di wilayah kepulauan juga masih menjadi perhatian pemerintah daerah. Salah satunya Pulau Gala yang menjadi bagian dari tantangan penyediaan energi bagi masyarakat di kawasan kepulauan Muna Barat.

Baca Juga :  Plt Rektor UHO Lantik Dua Dekan: Prof. Eka Suaib FISIP, Dr. Heriyanti Pimpin Fakultas Hukum

Darwin mengatakan, penyediaan listrik di wilayah tersebut kini menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pemerintah daerah terus mendorong agar pembangunan infrastruktur kelistrikan dapat segera direalisasikan.

“Insya Allah paling lambat tahun 2027 seluruh desa di pulau itu akan dibangun PLN komunal,” katanya.

Tak hanya kebutuhan dasar berupa jaringan internet dan listrik, Pemkab Muna Barat juga akan memaksimalkan pengembangan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah. Fokus pengembangan diarahkan pada potensi wisata bahari dan budaya yang menjadi kekayaan daerah.

“Kami fokus di wisata bahari dan budaya, khususnya budaya masyarakat Bajo dengan budaya orang Muna. Insya Allah tahun depan, kalau kondisi anggaran sudah lebih longgar, kami akan fokus melakukan pembenahan sektor pariwisata agar lebih maksimal,” ungkap Darwin.

Pada momentum HUT ke-12 tersebut, Muna Barat juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Sultra melalui alokasi Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun 2026 sebanyak sekitar 4.060 bidang. Program itu mencakup sertifikasi tanah milik masyarakat, aset desa, hingga tempat ibadah.

Darwin menilai dukungan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi dalam mempercepat pembangunan daerah.

Baca Juga :  Kafilah Muna Barat Raih Peringkat Ketujuh di MTQ Sultra 2026, Kabag Kesra : Tetap Belajar dan Belajar

“Alhamdulillah Bapak Gubernur sudah menyampaikan bahwa ke depan akan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Muna Barat untuk menyukseskan program-program yang akan mensejahterakan masyarakat Muna Barat,” ujarnya.

Komitmen itu turut ditegaskan Gubernur Sultra Andi Sumangerukka (ASR). Dalam amanatnya saat memimpin upacara HUT ke-12 Muna Barat, ASR menyatakan akan memperjuangkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Muna Barat melalui program-program prioritas Pemerintah Provinsi Sultra.

“Saya tidak mungkin bisa berdiri di sini tanpa dukungan masyarakat Muna Barat. Oleh karena itu, bentuk rasa terima kasih saya, insya Allah saya akan memperjuangkan agar Kabupaten Muna Barat ini dan Muna pada umumnya akan sejahtera dengan prioritas program-program yang akan datang,” tegas Andi Sumangerukka.

Peringatan HUT ke-12 Muna Barat sendiri berlangsung dalam nuansa budaya yang kental. Para pejabat dan peserta upacara mengenakan pakaian adat Muna, termasuk Gubernur ASR, Bupati Muna Barat La Ode Darwin, dan Wakil Bupati Muna Barat Ali Basa.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pertunjukan tari kolosal yang mengangkat asal-usul peradaban masyarakat Muna serta atraksi tradisional Pogiraha Adhara atau perkelahian kuda. Red

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x