LAJUR.CO, KENDARI – Maskapai berbiaya rendah (LCC) AirAsia Indonesia resmi membuka rute penerbangan Makassar–Kendari, Sabtu (7/3/2026). Prosesi water salute menandai operasi perdana pesawat tersebut di Bandara Haluoleo.
Pantauan awak media Lajur.co, pesawat AirAsia jenis Airbus dengan nomor penerbangan QZ 743 mendarat di landasan sekitar pukul 09.00 Wita. Saat tiba di apron, pesawat bercorak merah-putih itu langsung disambut semprotan air dari dua mobil pemadam kebakaran bandara sebagai simbol ‘Selamat Datang’.
Prosesi water salute menjadi penanda pembukaan rute Kendari–Makassar oleh AirAsia Indonesia di Bandara Haluoleo. Momen pendaratan perdana Air Asia turut disaksikan Plt Direktur AirAsia Achmad Sadikin, Kepala Otoritas Bandara Wilayah V Makassar Mochamad Mauludin, Kepala Bandara Haluoleo Kendari Denny Ariyanto, Komandan Lanud Haluoleo Kolonel Tarmuji, serta Staf Ahli Gubernur Sultra La Ode Fasikin.

Setelah prosesi water salute, para penumpang dijamu tarian tradisional khas Sultra. Pertunjukan tersebut menjadi bentuk sukacita sekaligus penghormatan atas beroperasinya AirAsia yang menambah armada penerbangan di wilayah tersebut.
Kepala Otoritas Bandara Wilayah V Makassar Mochamad Mauludin mengatakan, masuknya AirAsia di Kendari diharapkan memperkuat konektivitas udara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
AirAsia Indonesia akan melayani rute Kendari–Makassar dengan frekuensi dua kali setiap hari. Jadwal keberangkatan dari Kendari menuju Makassar dijadwalkan pada pukul 09.35 Wita dan 18.40 Wita.
Harga tiket Kendari-Makassar dibandrol pada kisaran Rp700 ribu per seat. Kehadiran maskapai baru di rute ini praktis menambah pilihan perjalanan bagi masyarakat mengakses layanan pesawat bertarif murah.
Plt Dirut AirAsia Achmad Sadikin mengatakan pembukaan rute Kendari–Makassar memperluas akses transportasi udara masyarakat Sultra, baik untuk penerbangan domestik maupun internasional.
Menurut dia, konektivitas ke Makassar memudahkan penumpang melanjutkan perjalanan ke berbagai kota di Indonesia. Untuk menuju mancanegara penumpang bisa terhubung dengan jejaring AirAsia di Bandara Sultan Hasanuddin maupun Bandara Mutiara SIS Al-Jufri di Palu yang sama-sama berstatus bandara internasional.
“Dengan akses ke Makassar, jaringan penerbangan menjadi lebih luas. Masyarakat Sultra juga memiliki peluang lebih besar untuk terhubung ke berbagai negara,” kata Achmad.
Ia menambahkan, konektivitas tersebut berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke kawasan Indonesia Timur, khususnya Sultra.
Staf Ahli Gubernur Sultra La Ode Fasikin menilai kehadiran AirAsia memiliki dampak strategis bagi pembangunan daerah. Rute baru itu diyakini akan memperkuat mobilitas masyarakat, memudahkan akses investasi, serta mendorong sektor pariwisata.
Sultra sendiri memiliki sejumlah destinasi unggulan yang mulai dikenal wisatawan mancanegara, seperti Taman Nasional Wakatobi dan Pulau Labengki.
“Kehadiran AirAsia bisa menjadi pintu bagi wisatawan untuk lebih mudah menjangkau destinasi wisata di Sultra,” ujarnya.
Ia menyebut tambahan penerbangan menjelang periode mudik Lebaran akan membantu meningkatkan kapasitas perjalanan udara bagi masyarakat.
Sementara itu, Komandan Lanud Haluoleo Kendari Kolonel Tarmuji menyambut positif beroperasinya AirAsia di Bandara Haluoleo. Ia menjelaskan, bandara tersebut berada di kawasan militer dan berstatus enclave sipil, yakni bandara yang digunakan bersama untuk kepentingan militer dan penerbangan komersial seperti AirAsia. Adm





