LAJUR.CO, KENDARI – Perjalanan mudik yang biasanya identik dengan kekhawatiran kehilangan sinyal kini dibuktikan bisa tetap terhubung tanpa putus. Hal ini ditunjukkan oleh Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan melalui program #DVET “Perjalanan Menuju Lebih Baik”, dengan melakukan siaran langsung TikTok selama 11 jam nonstop di sepanjang perjalanan dari Jakarta menuju Yogyakarta.
Lewat perjalanan tersebut, keduanya berhasil mencatatkan rekor dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori livestream TikTok nonstop terlama di jalur mudik. Sepanjang perjalanan, Dave dan Iwet mengajak para pengikutnya untuk ikut “mudik bareng” secara virtual melalui siaran langsung yang tetap stabil meski dilakukan di tengah mobilitas tinggi.
Selama perjalanan, mereka berbagi berbagai cerita ringan mulai dari pengalaman mudik, obrolan santai di dalam mobil, hingga refleksi Ramadan bersama sejumlah bintang tamu seperti dr. Dion Haryadi, Lutfi Afansyah, Boah Sartika, Dr. Gian Pratama, serta Ust. Alfie. Percakapan tersebut menghadirkan perspektif berbeda tentang bagaimana setiap orang memiliki perjalanan masing-masing dalam upaya menuju kehidupan yang lebih baik.

Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan mengatakan pengalaman ini menjadi bukti bahwa teknologi dan konektivitas kini menjadi bagian penting dari perjalanan mudik masyarakat. Dengan koneksi internet yang stabil, perjalanan panjang dapat tetap terhubung dengan keluarga maupun pengikut di media sosial.
Keberhasilan livestream tersebut juga didukung oleh kesiapan jaringan Indosat Ooredoo Hutchison yang telah dioptimalkan untuk menghadapi lonjakan trafik selama periode mudik. Melalui program Ekspedisi Jaringan Andal, Indosat melakukan uji jaringan secara langsung di jalur mudik dengan mobilitas tinggi, memastikan pelanggan tetap mendapatkan koneksi stabil untuk navigasi, komunikasi, transaksi digital, hingga hiburan selama perjalanan.
Indosat sendiri telah melakukan optimalisasi jaringan di lebih dari 75 jalur mudik utama dan 790 titik Point of Interest (POI) seperti gerbang tol, rest area, stasiun, terminal, hingga destinasi wisata. Seluruh jaringan tersebut juga dipantau secara 24 jam untuk menjaga kualitas layanan selama periode mudik dan libur Idulfitri.
Dalam pengukuran internal selama ekspedisi berlangsung, rata-rata kecepatan internet yang diterima selama livestream mencapai 90 Mbps. Bahkan pada titik dengan kualitas jaringan terendah sekalipun, koneksi tetap memadai untuk menjaga siaran langsung berjalan stabil dengan kecepatan sekitar 15 Mbps.
President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan perjalanan mudik merupakan momen ketika koneksi jaringan benar-benar diuji karena jutaan orang bergerak dalam waktu bersamaan.
“Perjalanan mudik adalah momen ketika koneksi benar-benar diuji. Jutaan orang bergerak di waktu yang sama, dan pelanggan ingin tetap bisa memberi kabar kepada keluarga, melakukan navigasi, hingga berbagi momen perjalanan tanpa gangguan,” ujarnya.
Menurut Vikram, menghadirkan konektivitas yang lebih baik bukan sekadar klaim, tetapi pengalaman nyata yang dirasakan pelanggan di setiap kilometer perjalanan mereka.
Bagi Indosat, kesiapan jaringan selama Ramadan dan Idulfitri juga menjadi bagian dari komitmen #LebihBaikIndosat, yang diwujudkan melalui penguatan jaringan, pengembangan teknologi yang relevan, perlindungan digital, serta kepedulian sosial bagi masyarakat.
Rekor MURI ini sekaligus menunjukkan bahwa di era digital, perjalanan mudik bukan hanya tentang menempuh jarak menuju kampung halaman, tetapi juga tentang tetap terhubung, berbagi cerita, dan menikmati perjalanan bersama orang-orang terdekat di setiap kilometer perjalanan. Adm





