LAJUR.CO, KENDARI – Universitas Halu Oleo (UHO) menggelontorkan anggaran Rp7,4 miliar untuk merevitalisasi gerbang utama kampus agar terlihat tampil lebih modern dan representatif. Proyek tersebut menjadi bagian dari penataan wajah kampus secara menyeluruh, sehingga tampilan luar selaras dengan kondisi di dalam yang kini mulai tertata rapi.
Sebelumnya, penampakan konstruksi gerbang utama kampus cukup minimalis berbentuk jalan dua (dua arah/jalur) umumnya dirancang untuk memisahkan arus kendaraan masuk dan keluar. Suasana terlihat lebih alami dengan kehadiran pepohonan besar yang rindang.
Saat ini, kondisi gerbang utama UHO di Kendari tengah dalam tahap pembongkaran. Partisi dipasang di seluruh area revitalisasi membatasi arus lalulintas dengan sisi gerbang utama yang memasuki vase pembongkaran.
Beberapa tukang mengerjakan material konstruksi beton besar pada sisi depan yang persis menghadap jalan dua jalur. Akses pintu utama kampus praktis ditutup selama proses revitalisasi berlangsung.
Saat dikonfirmasi, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum Prof. Ida Usman mengungkapkan proyek pembangunan tersebut telah direncanakan sejak jauh hari melalui skema perencanaan jangka menengah.
“Biasanya kita merencanakan untuk dua tahun ke depan. Target 2026 itu sudah dirancang sejak 2024 dan disetujui 2025, sekarang mulai dikerjakan,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, gerbang utama memiliki peran penting sebagai wajah kampus. Karena itu, pembenahan difokuskan agar tampilan luar selaras dengan kondisi di dalam yang kini mulai terlihat lebih rapi dan modern.
“Di dalam sudah mulai cantik, tapi dari luar belum terlihat. Makanya dari depan kita ingin tampil lebih bagus, sehingga saat masuk kesan itu langsung terasa,” ungkap Prof Ida.
Untuk anggaran pembangunan, lanjut Prof. Ida Usman, dana tersebut berasal dari Biaya Non-Dana Pemerintah (BNDP) tahun 2026.
“Anggaranya itu pakai BNDP, kita pakai dana itu,” katanya.
Berdasarkan informasi pada papan proyek, pekerjaan revitalisasi gerbang utama UHO memiliki nilai kontrak sebesar Rp7.466.833.068. Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Raning Dwi Lanksana. Masa pelaksanaan proyek selama 150 hari kalender, terhitung sejak 10 April hingga 6 September 2026.
Selama proses pengerjaan berlangsung, akses masuk ke dalam kampus dialihkan sepenuhnya melalui gerbang kedua yang berada di depan stadion mini UHO serta jalur belakang kampus. Kondisi ini menyebabkan peningkatan volume kendaraan di titik tersebut.
Kapasitas gerbang alternatif yang terbatas membuat arus lalu lintas kerap mengalami kepadatan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Pengendara yang keluar-masuk kampus diimbau untuk mengantisipasi waktu tempuh dan memilih jalur alternatif guna menghindari kemacetan.
Laporan: Ika Astuti





