BERITA TERKINIDAERAHHEADLINE

Insight Talks di Kendari: Komdigi – Dewan Pers Wanti Bahaya Adopsi AI Tanpa Kode Etik

×

Insight Talks di Kendari: Komdigi – Dewan Pers Wanti Bahaya Adopsi AI Tanpa Kode Etik

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Dewan Pers mengingatkan bahaya penggunaan Artificial Intelligence (AI) tanpa penerapan kode etik yang jelas di industri media. Peringatan itu disampaikan dalam kegiatan Insight Talks bertema “Literasi Media: Cerdas di Era Kecerdasan Artifisial” Vol. 4 yang digelar di Swiss-Belhotel Kendari, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Direktur Ekosistem Media Komdigi Farida Dewi Maharani, Ketua Komisi Penelitian, Pendataan dan Ratifikasi Pers Dewan Pers Yogi Hadi Ismanto, Asisten Kepala Divisi Pemberitaan Media Indonesia Iis Zatnika, serta dosen FISIP Universitas Halu Oleo (UHO) Ricky Ramadhan R.

Forum itu diikuti insan pers dari berbagai media di Sulawesi Tenggara (Sultra), homeless media atau pengelola konten di platform digital dan media sosial yang tidak terikat pada struktur redaksi, pers kampus hingga mahasiswa UHO. Diskusi membahas perkembangan teknologi AI yang dinilai semakin masif masuk ke berbagai sektor, termasuk industri media dan jurnalistik.

Baca Juga :  Gubernur Sultra Umumkan 51 Hasil Seleksi Kursi Eselon III & IV, yang Lolos Langsung Menjabat

Direktur Ekosistem Media Komdigi Farida Dewi Maharani, mengatakan tingkat adopsi AI dalam beberapa tahun terakhir telah mencapai 92 persen di tengah pesatnya transformasi digital dan disrupsi teknologi.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat, khususnya insan media, untuk mulai mengenali, beradaptasi, dan memanfaatkan AI secara produktif.

“Karena saat ini, masuknya AI dalam industri apa pun termasuk media, bukan hanya sekadar keharusan atau sekadar menjadi pelengkap. Tapi menjadi keharusan agar bisa berkomunikasi dengan global,” ujarnya.

Farida menjelaskan, dalam dunia jurnalistik, teknologi AI memberikan peluang besar untuk meningkatkan efisiensi kerja wartawan. Salah satunya dalam proses transkrip wawancara yang sebelumnya membutuhkan waktu berjam-jam hingga berhari-hari, kini bisa dilakukan hanya dalam hitungan menit melalui aplikasi berbasis AI.

Baca Juga :  UHO Telurkan 702 Wisudawan Baru, Berikut Daftar Nama Lulusan Terbaik

Selain itu, AI dinilai mampu membantu proses analisis data sehingga produk jurnalistik menjadi lebih mendalam dan berbasis data.

“Kalau dulu kita harus mengarah satu-satu atau cari di mana-mana. Sekarang sudah banyak disediakan perangkat untuk melakukan analisis bahkan perindustrian agar bisa lebih spesifik,” ungkapnya.

Meski begitu, Farida menegaskan perkembangan AI menghadirkan tantangan serius. Salah satunya maraknya hoaks, disinformasi, hingga konten manipulatif atau deepfake yang sulit dibedakan masyarakat antara asli dan buatan AI.

“Satu sisi akan mempermudah, tapi satu sisi kita harus punya kode etik bagaimana memanfaatkan teknologi tersebut. Sehingga masyarakat tahu, mana hasil produksi AI,” tuturnya.

Ia menambahkan, AI hanyalah alat bantu yang tidak sepenuhnya bisa menggantikan peran manusia dalam kerja jurnalistik. Karena itu, prinsip human in the loop tetap harus diterapkan agar setiap produk jurnalistik melalui proses kurasi, verifikasi, dan penilaian etika jurnalistik.

Baca Juga :  Plt Rektor UHO: Klaim Bantuan Kelulusan UTBK SNBT Adalah Hoaks

Menurut Farida, kecerdasan buatan memang mampu menyusun narasi dengan baik, namun tidak dapat menghadirkan empati, tanggung jawab, moral, dan integritas yang menjadi nilai utama manusia dalam praktik jurnalistik.

Farida berharap melalui forum Insight Talks, peserta tidak hanya memahami cara memanfaatkan AI, tetapi juga memahami batasan dan kode etik yang harus dipatuhi media maupun konten kreator.

Selain itu, ia menekankan pentingnya peningkatan literasi publik agar masyarakat mampu membedakan konten yang dibuat menggunakan AI dengan konten asli.

“Jadi memang artinya di sini kita ingin menekankan bahwa kode etik jurnalistik tetap menjadi kompas utama bagi kita dalam kerja jurnalistik,” ujarnya. Adm

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x