LAJUR.CO, KENDARI — Puluhan pensiunan aparatur sipil negara (ASN) sektor kehutanan yang tergabung dalam Perkumpulan Pensiunan Kehutanan Indonesia (PENSHUTINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar rangkaian kegiatan sosial dan lingkungan dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-42 organisasi tersebut.
Kegiatan diawali dengan aksi penanaman pohon di kawasan Yayasan Pesantren Ummusshabri, Senin (4/5/2026). Puluhan bibit pohon ditanam di halaman pesantren, tepatnya di area depan masjid.
Jenis tanaman yang ditanam meliputi pohon cempaka, tanjung, dan sejumlah pohon peneduh lainnya. Aksi penghijauan itu menjadi simbol kepedulian para pensiunan kehutanan terhadap kelestarian lingkungan.
Wakil Ketua PENSHUTINDO Sultra, H. Ansar, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, tetapi bagian dari tanggung jawab moral menjaga alam meski telah memasuki masa purnabakti.
“Kegiatan menanam pohon hari ini bukan sekadar aktivitas seremonial, melainkan sebuah ikhtiar nyata dalam menjaga amanah Allah SWT sebagai khalifah di bumi untuk merawat alam. Kita menanam hari ini bukan hanya untuk diri kita sendiri, tetapi sebagai sedekah jariyah bagi lingkungan dan generasi mendatang,” ujarnya.
Menurut Ansar, para pensiunan tetap ingin aktif, produktif, serta menjaga solidaritas antarsesama anggota.
“Kita buat acara ramah tamah dengan para ina-ina, uma-uma yang lansia. Walaupun kita sudah pensiun harus tetap produktif, tetap kompak dan saling memotivasi,” katanya.
Usai penanaman pohon, kegiatan dilanjutkan dengan anjangsana ke rumah sejumlah pensiunan kehutanan yang sedang sakit maupun telah lanjut usia. Pengurus PENSHUTINDO turut mengunjungi salah satu sesepuh pensiunan kehutanan Sultra, Zaelany Sam A Rizal, mantan KBTU Kanwil Kehutanan, yang kini berusia 86 tahun.
Ketua PENSHUTINDO Sultra, Drs. H. Haris, mengatakan organisasi yang dipimpinnya terus berupaya menjaga kebersamaan para pensiunan kehutanan di Sultra.
Ia menjelaskan, PENSHUTINDO merupakan organisasi pensiunan kehutanan yang berdiri sejak 30 April 1984 dengan nama Himpunan Pensiunan Kehutanan (HPK), sebelum berganti nama menjadi PENSHUTINDO pada 2019.
“Di Sultra, kami mulai aktif kembali sejak tahun lalu dengan kegiatan sederhana berupa pertemuan rutin tiga bulan sekali di rumah anggota. Karena antusias anggota semakin besar, kami berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan agar bisa menggunakan aula untuk kegiatan bersama,” ujar Haris.
Menurutnya, saat ini jumlah pensiunan kehutanan di Sultra tercatat lebih dari 400 orang dan terus berubah setiap tahunnya.
Haris menjelaskan seluruh kegiatan organisasi dilaksanakan secara mandiri melalui iuran anggota dan sumbangan sukarela pengurus maupun anggota.
“Dana organisasi berasal dari iuran anggota sebesar Rp10 ribu per bulan sesuai ketentuan organisasi. Kalau ada kegiatan seperti sekarang ini, biasanya anggota dan pengurus ikut membantu secara sukarela,” katanya.
Puncak peringatan HUT PENSHUTINDO digelar lewat acara ramah tamah di Aula Dinas Kehutanan Sultra, Selasa (5/5/2026). Sebelum acara dimulai, terlebih dahulu dilaksanakan bakti sosial donor darah bekerja sama dengan PMI Kendari yang berhasil mengumpulkan belasan kantong darah.
Pada waktu yang sama, para anggota mengikuti penyuluhan kesehatan tentang stroke yang dibawakan dokter spesialis saraf, dr. Ashaeryanto, MMed.Ed, Sp.N. Selama penyuluhan para pensiunan mendapat edukasi mengenai bahaya stroke, penanganan cepat, serta pentingnya menjaga kesehatan di usia lanjut.
Acara ramah tamah berlangsung penuh keakraban. Kegiatan diisi pembacaan doa hingga pemotongan tumpeng sebagai simbol kebersamaan.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya mantan Kepala Dinas Kehutanan Sultra Sahid, Ketua PWRI Sultra H. Yusran Silondae, serta para pensiunan pejabat kehutanan dan lingkungan hidup di Sultra. Adm





