LAJUR.CO, KENDARI – Tahapan penjaringan bakal calon Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026–2030 resmi diikuti 11 kandidat. Nama terakhir yang mendaftarkan diri adalah Prof Yusuf Sabilu, guru besar yang menekuni bidang Ilmu Biologi Terapan.
Kehadiran Prof Yusuf menambah daftar akademisi yang akan bersaing dalam Pemilihan Rektor (Pilrek) UHO. Dengan demikian, jumlah bakal calon yang telah mendaftar mencapai 11 orang.
Sebelumnya, sejumlah figur akademik lebih dahulu menyerahkan berkas pendaftaran. Mereka antara lain Prof Ruslin, Prof Takdir Saili, Assoc. Prof Baru Sadarun, Prof Azhar Bagadal, Prof Edy Karno, Prof Santiaji, Prof Ida Usman, Prof Ma’ruf Kasim, Dr Muliddin, serta Dr Herman yang diwakili Ayib Rosidin.
Usai mendaftar, Prof Yusuf Sabilu mengungkapkan keputusannya maju dalam kontestasi Pilrek UHO didorong oleh semangat pengabdian yang telah dijalaninya selama puluhan tahun di kampus tersebut.
“Saya sebenarnya mengabdi di UHO itu sejak 1992. Jadi mungkin sekarang kurang lebih 34 tahun, ditambah saya menjadi mahasiswa itu sejak 1987,” ujar Yusuf.
Akademisi asal Kabupaten Muna itu menuturkan perjalanan kariernya di lingkungan UHO telah membawanya menduduki berbagai jabatan strategis. Sejak 2002, ia dipercaya mengemban sejumlah posisi penting, mulai dari Kepala Pusat Studi Penelitian di LPPM, Ketua Program Studi, Ketua Jurusan, Wakil Dekan selama dua periode, Dekan selama dua periode, hingga kini menjabat sebagai Ketua Senat Fakultas Kesehatan Masyarakat.
Menurut Yusuf, pengalaman panjang tersebut memberinya pemahaman yang cukup mengenai kebutuhan, tantangan, serta arah pengembangan kampus yang dikenal sebagai Kampus Hijau itu.
“Hal-hal yang masih kurang harus dibenahi, sementara yang sudah baik harus dipertahankan dan ditingkatkan,” katanya.
Persaingan yang semakin ramai dengan banyaknya kandidat, lanjut Yusuf, tidak harus dipandang sebagai kompetisi semata. Ia menilai setiap calon memiliki visi yang sama untuk memajukan UHO dan dapat saling berkontribusi bagi perkembangan universitas ke depan.
“Kalau banyak calon, masing-masing calon bisa saling menopang demi kemajuan UHO,” ungkapnya.
Tahapan pemilihan rektor UHO periode 2026–2030 pun diperkirakan akan berlangsung dinamis dengan hadirnya para akademisi yang memiliki latar belakang pengalaman dan rekam jejak kepemimpinan yang beragam.
Sementara itu, berdasarkan daftar pendaftar yang telah diumumkan, jumlah bakal calon yang tercatat mencapai 11 orang. Angka tersebut berbeda dengan keterangan pada judul awal yang menyebut total 10 kandidat.
Laporan: Ika Astuti




