LAJUR.CO, KENDARI – Bentang alam karst yang menyimpan jejak kehidupan manusia purba di Desa Liangkobhori, Kecamatan Lohia, kembali menjadi pusat perhatian pada Juli mendatang.
Lewat Festival Liangkobhori 2026, wisatawan diajak menikmati perpaduan kekayaan budaya, tradisi, dan sejarah yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Muna.
Festival yang berlangsung pada 11-14 Juli 2026 tak hanya menjadi ajang promosi destinasi wisata, tetapi sekaligus ruang untuk memperkenalkan ragam tradisi khas Muna kepada pengunjung dari berbagai daerah.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Muna, LM Masrul, mengatakan pelaksanaan festival tahun ini akan menghadirkan sejumlah atraksi budaya sejak hari pembukaan. Konsep tersebut disiapkan agar para tamu dapat langsung merasakan atmosfer budaya Muna begitu tiba di lokasi kegiatan.
“Di hari pembukaan ada berbagai atraksi supaya tamu yang hadir bisa melihat dan merasakan langsung kekayaan budaya Muna,” kata Masrul, Senin (22/6/2026).
Pada seremoni pembukaan, Kepala Desa Liangkobhori sekaligus Pemegang Hak Cipta Festival Liangkobhori, Farlin, dijadwalkan membacakan sinopsis dan sejarah Liangkobhori guna memperkenalkan nilai penting kawasan itu kepada para tamu undangan maupun wisatawan.
Masrul menuturkan, sejumlah atraksi yang telah disiapkan antara lain Ewa Wuna, ritual Popanga, atraksi Tunuha, pertunjukan gambus Muna, hingga Tari Linda yang selama ini menjadi salah satu ikon kesenian daerah.
Pengunjung pun akan disuguhi atraksi penerbangan Kaghati Kolope, layang-layang tradisional berbahan daun kolope yang telah lama dikenal sebagai warisan budaya khas Muna.
Tak hanya menikmati pertunjukan budaya, wisatawan dapat menelusuri jejak kehidupan masa lampau melalui kegiatan jelajah situs prasejarah Liangkobhori. Rangkaian eksplorasi mencakup kunjungan ke Goa Wansirofa I, Goa Wansirofa II, Goa Lakulumbu, Goa Lakatiangi, Sugi Patani, Liang Metanduno, hingga situs Liangkobhori yang menyimpan lukisan cadas peninggalan manusia prasejarah.
Kegiatan napak tilas tersebut menjadi kesempatan bagi pengunjung untuk menyaksikan langsung jejak peradaban masa lalu yang tersimpan di kawasan karst Muna.
Kemeriahan festival akan semakin terasa melalui pameran kuliner yang melibatkan 22 kecamatan se-Kabupaten Muna. Masing-masing kecamatan akan menampilkan aneka makanan khas yang mencerminkan kekayaan cita rasa lokal.
Rencananya, kegiatan ini akan dihadiri Bupati Muna dan Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka. Sementara rangkaian pembukaan akan dipimpin oleh Menteri Kebudayaan, Menteri Pariwisata, atau Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Red




