LAJUR.CO, KENDARI – Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kota Kendari resmi dimulai dengan peletakan batu pertama di Kelurahan Puday, Senin (20/7/2026). Program nasional yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu ditargetkan memberi manfaat bagi 1.139 keluarga nelayan di tiga kawasan pesisir sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi maritim.
KNMP merupakan bagian dari strategi pembangunan nasional untuk mewujudkan Astacita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Program tersebut bertujuan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir, meningkatkan ketahanan pangan nasional, serta mendorong kesejahteraan keluarga nelayan melalui pembangunan kawasan yang terintegrasi.
Di Kota Kendari, manfaat pembangunan KNMP akan dirasakan tiga kelurahan. Masing-masing 425 keluarga nelayan di Kelurahan Puday, 262 keluarga nelayan di Kelurahan Tondonggeu, dan 452 keluarga nelayan di Kelurahan Sambuli.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengatakan ketiga wilayah tersebut dipilih karena sekitar 80 persen penduduknya berprofesi sebagai nelayan dan telah ditetapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.
Ia menambahkan, Kota Kendari memiliki potensi besar di sektor kelautan dan perikanan karena 35 dari total 65 kelurahan berada di kawasan pesisir. Kondisi tersebut dinilai sangat mendukung pengembangan kawasan nelayan yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.
“Ada sekitar kurang lebih 1.139 keluarga nelayan di Kota Kendari akan memperoleh manfaat dari pembangunan ini. Dengan berbagai sarana penangkapan, yaitu seperti bubu, purse seine (pukat cumi), sero, pancing cumi, dan juga rawai,” ujarnya.
Program KNMP di Kota Kendari masuk dalam kategori kawasan penyangga yang akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti tangki air, dinding penahan tanah, instalasi pengolahan air limbah, jalan kawasan, kios perbekalan, penerangan kawasan, pondasi pabrik es, shelter pendaratan ikan, hingga tambatan perahu.
Selain itu, kawasan pesisir juga akan ditata melalui pembangunan dermaga, tempat pendaratan dan pelelangan ikan, serta jalan lingkungan guna menciptakan aktivitas perikanan yang lebih tertata, aman, dan nyaman.
“Saya meyakini bahwa pembangunan kawasan pesisir harus dilakukan secara terpadu. Tidak cukup hanya dengan membangun dermaga atau tambatan perahu, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi yang mampu meningkatkan nilai tambah hasil perikanan, memperkuat rantai pasok, membuka akses pembiayaan, memperluas pemasaran, serta mendorong lahirnya usaha-usaha baru berbasis perikanan yang tentu harus dikelola oleh masyarakat sendiri,” katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Operasional Pelabuhan sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Tim Kerja Sarana dan Prasarana Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari, Mukhtar, mengatakan peletakan batu pertama di Kelurahan Puday menjadi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih pertama di Sulawesi Tenggara pada tahun ini.
Ia menyebut, hingga kini Sulawesi Tenggara telah memiliki sekitar 48 titik Kampung Nelayan Merah Putih yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.
“Tahun lalu kami membangun enam Kampung Nelayan Merah Putih di Sultra. Tahun ini Kementerian Kelautan dan Perikanan kembali bersinergi melaksanakan program dan ini merupakan kegiatan nasional yang harus didukung oleh semuanya,” ujarnya.
Mukhtar berharap pembangunan KNMP mampu menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat pesisir. Ia juga meminta seluruh pihak mengawal proses pembangunan agar berjalan sesuai rencana serta mendorong pemerintah daerah mengusulkan lokasi-lokasi baru yang telah siap dibangun pada program berikutnya.
“Kami harapkan Kepala Dinas Perikanan Kota Kendari bisa mengusulkan lagi tempat-tempat yang siap untuk kita bangun. Yang penting status lahannya sudah jelas, kami siap mendukung. Harapan kami program ini benar-benar menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
Laporan: Ika Astuti



