LAJUR.CO, KENDARI – Baru sekitar dua bulan diresmikan sebagai pusat aktivitas ekonomi baru di Kota Kendari, Pasar Banteng di Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, kini tampak lengang. Lapak-lapak yang semestinya dipenuhi pedagang dan pembeli terlihat kosong. Begitu pula dengan aktivitas jual beli yang nyaris tidak terlihat.
Kondisi tersebut terlihat jelas saat awak Lajur.co menyambangi lokasi pasar, Kamis (3/9/2026).
Pantauan di lapangan, meja dan kursi yang disiapkan bagi pedagang masih tertata, sementara sejumlah los juga tampak rapi dan siap digunakan. Namun, suasana di dalam pasar justru sunyi. Tak ada pedagang yang riuh menawarkan dagangan, warga yang datang berbelanja pun nihil. Aktivitas tawar-menawar yang biasanya menjadi denyut sebuah pasar juga tak terdengar.
Sepinya perdagangan itu dibenarkan salah satu penjaga BRILink yang berada di kawasan Pasar Banteng. Ia mengatakan, pasar sempat ramai setelah diresmikan, tetapi keramaian tersebut hanya bertahan sekitar satu bulan.
“Rame pas satu bulan diresmikan, setelah itu enda rame mi. Sudah hampir dua bulan tidak ada yang menjual,” katanya kepada awak Lajur.co.
Menurutnya, jumlah pedagang mulai berkurang sekitar satu bulan setelah peresmian. Seiring waktu, para penjual perlahan meninggalkan lokasi. Alhasil sejumlah los yang disiapkan untuk berjualan kini lebih banyak kosong.
Sebagai informasi, Pasar Banteng diresmikan Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, 9 Juli lalu. Artinya, pasar tersebut belum genap dua buan beroperasi. Kata Siska, kehadiran Pasar Banteng menjadi simpul ekonomi baru, memudahkan warga Anduonohu dan sekitarnya membeli
Pasar Banteng merupakan pasar ke-12 di Kota Kendari. Berdiri di atas lahan seluas lebih dari satu hektare, fasilitas tersebut diproyeksikan mampu menampung sekitar 200 hingga 250 pedagang.
Besarnya daya tampung itu menjadi bagian dari rencana pemerintah untuk mendorong perputaran ekonomi dan memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.
Kata Siska, keberadaan pasar tersebut diharap memberikan dampak berantai, bukan hanya melalui peningkatan ekonomi, tetapi juga pemberdayaan masyarakat dan penyerapan tenaga kerja.
“Dengan hadirnya Pasar Banteng ini banyak multiplier effect yang bukan hanya peningkatan ekonomi tetapi juga pemberdayaan masyarakat, pengangguran dan juga bagaimana kita memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat kita,” ujar Siska saat peresmian Pasar Banteng.
Namun, hampir dua bulan setelah peresmian, kondisi di lapangan menunjukkan gambaran yang kontras. Geliat yang sempat muncul pada awal pembukaan perlahan menghilang. Hanya menyisakan lapak-lapak kosong. Padahal Pemkot Kendari sudah menata kawasan pasar agar lebih rapi dan estetik.
Pasar yang diharapkan menjadi ruang bertemunya pedagang dan pembeli sekaligus penggerak ekonomi kawasan Anduonohu itu sekarang kosong melompong.
Laporan: Ika Astuti



