LAJUR.CO, KENDARI – Pemadaman listrik bergilir mulai mengganggu aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Kendari. Kondisi tersebut membuat pelaku usaha harus menyesuaikan jam operasional agar kegiatan produksi maupun pelayanan tetap berjalan.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran meminta pelaku UMKM memanfaatkan waktu saat pasokan listrik kembali menyala untuk menjalankan aktivitas usaha.
Siska memahami kondisi tersebut bukan situasi yang diharapkan masyarakat maupun pemerintah. Namun, karena pemadaman dilakukan secara bergilir, pelaku usaha dinilai perlu beradaptasi dengan kondisi pasokan listrik yang tersedia.
“Nah, kan ini bergilir, agar supaya dimanfaatkan. Karena ini adalah kondisi yang tentu ini kita tidak inginkan ya,” ujar Siska kepada awak media, Jumat (4/9/2026).
Menurut Siska, gangguan pasokan listrik yang berdampak ke sejumlah wilayah berkaitan dengan kondisi kekeringan di Danau Poso.
Danau Poso menjadi salah satu sumber pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang memasok kebutuhan listrik ke sejumlah daerah. Kondisi debit air yang menurun turut berpengaruh terhadap sistem kelistrikan yang terhubung dengan Sulawesi Tenggara.
“Ini karena adanya kekeringan di Danau Poso, itu karena dia pakai PLTA. Jadi sehingga berpengaruh terhadap Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan yang dialirkan dari itu,” kata Siska.
Pemadaman bergilir turut menjadi tantangan bagi UMKM yang mengandalkan listrik untuk menunjang kegiatan sehari-hari, mulai dari proses produksi hingga operasional tempat usaha.
Karena itu, Siska mengimbau pelaku usaha menyesuaikan kegiatan dengan waktu pasokan tersedia. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi pilihan sementara selama kondisi kelistrikan belum sepenuhnya normal.
Di sisi lain, Siska berharap persoalan pasokan listrik segera teratasi sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tidak terus terganggu.
“Tapi mudah-mudahan segera pulih dan ada upaya-upaya bagaimana supaya ini listrik bisa kembali seperti semula,” ungkapnya.
Pemulihan pasokan listrik dinilai penting agar kegiatan masyarakat, termasuk operasional UMKM di Kota Kendari, dapat kembali berlangsung secara normal.
Laporan: Ika Astuti



