LAJUR.CO, KENDARI – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMA Negeri 2 Kendari berlangsung meriah dengan beragam aksi kreatif para siswa. Selain menghias pohon male, siswa dari masing-masing kelas menampilkan fashion show bernuansa Islami hingga cosplay dengan konsep unik.
Kreativitas siswa terlihat sejak lomba menghias pohon male dimulai. Setiap kelas berupaya menghadirkan dekorasi berbeda dengan memadukan berbagai ornamen bernuansa Islami.
Pohon male dihias menggunakan aksesori warna-warni yang ditata sedemikian rupa. Hasilnya, setiap karya tampil unik, penuh warna, sekaligus mencerminkan gagasan dan kekompakan para siswa.
Semarak peringatan Maulid Nabi berlanjut lewat fashion show bertema keislaman. Perwakilan masing-masing kelas tampil mengenakan busana Islami dengan konsep beragam dan mengikuti perkembangan tren.
Sejumlah peserta bahkan memilih konsep yang tidak biasa. Ada siswa yang tampil sebagai mumi hingga tokoh dari peradaban Mesir kuno.
Penampilan kreatif para siswa tak berhenti pada fashion show. Rangkaian peringatan Maulid Nabi turut diisi lantunan lagu-lagu religi yang dibawakan para siswa.
Sejumlah guru SMAN 2 Kendari ikut mengambil bagian bersama peserta didik. Kehadiran mereka membuat suasana perayaan semakin hangat dan semarak.
Kepala SMAN 2 Kendari, Nur Aida, menyebut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2026 mengangkat tema meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.
Menurut dia, perayaan Maulid tidak sebatas momentum untuk mengenang perjuangan dan meneladani akhlak Rasulullah. Agenda itu sekaligus dirancang sebagai ruang bagi siswa untuk mengasah kreativitas serta menyalurkan bakat.
“Jadi semua itu dikemas dalam bentuk yang menarik, sesuai dengan kekinian atau bagaimana anak-anak itu sesuai dengan zamannya,” kata Nur Aida kepada awak media, Jumat (4/9/2026).
Ia menjelaskan, seluruh rangkaian acara dikemas melalui proyek yang memadukan pembelajaran dengan aktivitas yang dekat dengan kehidupan siswa.
Proses persiapan hingga pelaksanaan memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menuangkan gagasan, menyusun konsep, bekerja sama, sekaligus bertanggung jawab terhadap karya yang mereka tampilkan.
“Di dalamnya ada banyak nilai yang diharapkan, mulai dari kemandirian, kreativitasnya, gotong royongnya, dan berpikir anak-anak juga dapat di situ,” ungkapnya.
Nur Aida berharap pengalaman mengikuti rangkaian Maulid dapat memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan di luar bidang akademik. Kreativitas, kolaborasi, kemandirian, serta kemampuan berpikir menjadi bagian dari pembelajaran yang diperoleh selama proses kegiatan.
Laporan: Ika Astuti



