?>
BERITA TERKINIEKOBISHEADLINE

Warga Berburu Pangan Murah di Eks MTQ: Beras SPHP Rp50 Ribu – Minyak Rp30 Ribu

×

Warga Berburu Pangan Murah di Eks MTQ: Beras SPHP Rp50 Ribu – Minyak Rp30 Ribu

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Warga menyerbu Gerakan Pangan Murah (GPM) di kawasan Eks MTQ Kendari, Jumat (11/9/2026). Beras SPHP 5 kilogram dijual Rp50 ribu, sementara Minyakita 2 liter dibanderol Rp30 ribu.

GPM tersebut berlangsung selama dua hari, 11-12 September 2026. Harga sejumlah kebutuhan pokok yang lebih murah dari pasaran membuat warga antusias memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbelanja.

Harga beras SPHP 5 kilogram di GPM terpaut sekitar Rp10 ribu dari harga pasaran yang mencapai Rp60 ribuan. Sedangkan Minyakita 2 liter dijual Rp30 ribu, lebih rendah dibandingkan harga di pasaran yang berkisar Rp45 ribu hingga hampir Rp49 ribu.

Baca Juga :  3.077 Rumah Tak Layak Huni di Kendari, Polresta Bantu Bedah 10 Unit

Gula pasir pun tersedia seharga Rp15 ribu per kilogram, sementara di pasaran harganya sekitar Rp20 ribu.

Selisih harga tersebut membuat masyarakat berdatangan ke lokasi GPM. Salah satunya Santi, warga Mandonga, yang mengaku terbantu dengan adanya pangan murah tersebut.

Santi membeli beras, minyak goreng, dan gula. Ia bahkan ingin menambah belanjaannya, tetapi jumlah pembelian dibatasi.

“Ya Alhamdulillah lah, namanya kita ibu rumah tangga kalau yang murah-murah pasti kita serba. Senang sekali, pokoknya mudah-mudahan setiap bulan lah kalau ada itu Alhamdulillah,” kata Santi kepada awak media, Jumat (11/9/2026).

Gerakan Pangan Murah itu sendiri diinisiasi Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Sultra) Pemerintah Kota Kendari menyambut hari jadi korps adhyaksa ke-81 tahun.

Baca Juga :  Kualitas Udara di Kota Kendari Terbaik Kedua se-Sulawesi Setelah Tomohon

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, mengatakan GPM menjadi upaya pemerintah untuk mempermudah masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Tujuannya tidak ada yang lain, kita ingin mempermudah masyarakat. Kita lihat juga tadi antusiasmenya masyarakat menengah cukup tinggi,” ungkapnya.

Selain beras, minyak goreng, dan gula pasir, warga dapat membeli bawang merah dan bawang putih dengan harga lebih terjangkau.

Bawang merah dijual sekitar Rp35 ribu per kilogram, sedangkan bawang putih Rp40 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Indosat Gandeng Ooredoo, Nokia, dan NVIDIA Bangun Infrastruktur AI Terbesar di Asia Tenggara Lewat Zankore

Abdul Rauf mengatakan harga bawang turut dipengaruhi distribusi karena sebagian besar pasokannya untuk Kota Kendari didatangkan dari luar daerah.

“Stoknya cukup, tetapi kan ini distribusi. Bawang kita juga bukan lokal, rata-rata diambil di luar Kota Kendari,” ujarnya.

Sepanjang 2026, Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari telah menggelar GPM sebanyak 110 kali. Jumlah tersebut diperkirakan mencapai 150 kali hingga akhir tahun.

“Karena teman-teman baik swasta maupun lembaga vertikal, setiap ada kegiatan mereka menggandeng untuk adakan kegiatan pangan murah yang memang benar-benar langsung menyentuh masyarakat,” tuturnya.

Laporan: Ika Astuti

?>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

?>
?>