?>
BERITA TERKINIDAERAHHEADLINE

Sekolah di Koltim Diliburkan Akibat Karhutla: Kualitas Udara Memburuk, Siswa Belajar Daring

×

Sekolah di Koltim Diliburkan Akibat Karhutla: Kualitas Udara Memburuk, Siswa Belajar Daring

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Kualitas udara di sejumlah wilayah Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) memburuk menyusul meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Situasi tersebut membuat aktivitas belajar mengajar, terutama di tiga kecamatan yang terdampak asap.

Pemerintah Kabupaten Koltim menyetop sementara kegiatan tatap muka di sekolah khusus pada tiga kecamatan terdampak parah yakni Kecamatan Lalolae, Mowewe, dan Tinondo. Sebagai gantinya, guru dan siswa menerapkan sistem pembelajaran daring dari rumah.

Kebijakan itu berlaku selama lima hari mulai Kamis (10/9/2026) hingga Senin (14/9/2026). Libur dadakan itu mencakup satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, serta SMP, baik negeri maupun swasta.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka Timur Nomor 800.1.111/2606/DISDIKBUD/2026 tentang Perubahan Jam Belajar Mengajar Akibat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Surat Edaran yang diteken Sekda Koltim Rismanto Runda, Rabu (9/9/2026), diterbitkan setelah evaluasi pemantauan kualitas udara berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan kondisi di Lalolae, Mowewe, dan Tinondo berada pada kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.

Baca Juga :  Listrik Padam Bergilir di Kendari, Wali Kota Minta UMKM Atur Waktu Operasional

Pertimbangan utama pemerintah daerah ialah keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan di tengah paparan asap karhutla.

“Mulai tanggal 10 September 2026 sampai dengan tanggal 14 September 2026, kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah ditiadakan dan dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) / Belajar Dari Rumah (BDR) secara daring (dalam jaringan),” bunyi surat edaran.

Kegiatan belajar mengajar secara langsung di sekolah ditiadakan sementara. Siswa mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar dari rumah secara daring.

Sekolah dan guru diberikan keleluasaan menggunakan media yang tersedia.

“Pihak sekolah dan guru pengampu dapat memanfaatkan sarana media daring seperti WhatsApp Group, Google Classroom, Learning Management System (LMS), atau media interaktif lainnya yang dapat diakses oleh peserta didik dari rumah,” isi surat edaran Sekda Koltim.

Baca Juga :  Ditanggung Sampai Lulus! PT Vale Buka Beasiswa Komunitas Khusus Mahasiswa S2 Asal Luwu Timur

Pemkab Koltim meminta guru menyederhanakan beban belajar selama masa darurat kabut asap. Materi diprioritaskan pada hal-hal esensial, seperti literasi, numerasi, dan penguatan karakter, tanpa membebani siswa dengan target kurikulum yang kaku.

Meski siswa belajar dari rumah, guru dan tenaga kependidikan tetap menjalankan tugas kedinasan. Pengaturan jam kerja maupun sistem piket diserahkan kepada kebijakan kepala sekolah dengan tetap mempertimbangkan kondisi lingkungan satuan pendidikan.

Sekolah diminta menyiagakan layanan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) serta menyediakan kebutuhan darurat dasar di lingkungan pendidikan.

Kepada orang tua atau wali murid, pemerintah mengimbau agar anak tetap berada di rumah dan mengurangi aktivitas luar ruangan yang tidak diperlukan. Masker diwajibkan ketika anak harus beraktivitas di luar rumah.

Dalam surat tersebut, orang tua juga diingatkan untuk “mengawasi dan memastikan anak-anak tetap berada di dalam rumah, mengurangi aktivitas luar ruangan yang tidak perlu, serta mewajibkan penggunaan masker jika terpaksa beraktivitas di luar rumah.”

Baca Juga :  Dapur MBG Sultra Dilarang Pakai Beras SPHP hingga LPG 3 Kg, Pelanggar Terancam Suspend

Pelaksanaan PJJ akan dievaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara dan arahan lanjutan dari pemerintah daerah.

Sementara itu, penanganan karhutla di Koltim masih berlangsung. Hingga Rabu (9/9/2026), kobaran api dilaporkan membesar di Desa Talodo, Kecamatan Lalolae.

Api membakar hamparan lahan gambut hingga merambah kebun milik warga. Tim Manggala Agni masih melakukan pemadaman di lokasi tersebut.

Kepungan asap turut membahayakan petugas. Seorang personel Manggala Agni harus dirujuk ke Puskesmas Tirawuta setelah mengalami demam, batuk, dan muntah saat menjalankan tugas.

Di Desa Wesalo, kobaran api disertai asap tebal juga masih terjadi. Tim BPBD Koltim dikerahkan untuk melakukan pemadaman.

Meluasnya titik api membuat kebutuhan perlindungan bagi petugas di lapangan semakin besar, termasuk masker dengan perlindungan lebih baik serta vitamin dan suplemen untuk menunjang kondisi personel selama penanganan. Adm

?>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

?>
?>