?>
BERITA TERKINIHEADLINE

Jangan Lewatkan! Warga Sultra Bisa Saksikan Fenomena Hari Tanpa Bayangan, Cek Lokasinya di Sini

×

Jangan Lewatkan! Warga Sultra Bisa Saksikan Fenomena Hari Tanpa Bayangan, Cek Lokasinya di Sini

Sebarkan artikel ini
Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Kota Kendari, Sabtu (3/10/2026).
Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Kota Kendari, Sabtu (3/10/2026).

LAJUR.CO, KENDARI — Jangan lewatkan fenomena astronomi yang hanya berlangsung sesaat. Warga Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai hari ini, 3 Oktober 2026, berkesempatan menyaksikan Hari Tanpa Bayangan, saat Matahari berada hampir tepat di atas kepala dan membuat bayangan benda tegak tampak sangat pendek hingga seolah menghilang.

Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Sultra berlangsung secara bertahap di sejumlah kabupaten dan kota. Berdasarkan jadwal periode II tahun 2026, fenomena ini terjadi pada waktu yang berbeda di setiap wilayah, umumnya sekitar pukul 11.30 hingga 11.45 WITA.

Pada 3 Oktober 2026, fenomena Hari Tanpa Bayangan terjadi di Kabupaten Konawe sekitar pukul 11.40.56 WITA. Pada waktu yang hampir bersamaan, warga Kota Kendari dapat mengamatinya sekitar pukul 11.39.04 WITA.

Fenomena serupa juga berlangsung di Kabupaten Konawe Kepulauan sekitar pukul 11.37.11 WITA, Kabupaten Kolaka Timur sekitar pukul 11.41.27 WITA, dan Kabupaten Kolaka sekitar pukul 11.42.46 WITA.

Sebelumnya, pada 2 Oktober 2026, Hari Tanpa Bayangan telah berlangsung di Kabupaten Kolaka Utara sekitar pukul 11.45.57 WITA dan Kabupaten Konawe Utara sekitar pukul 11.41.01 WITA.

Baca Juga :  favorite article 720458

Setelah itu, fenomena berlanjut ke Kabupaten Konawe Selatan pada 4 Oktober 2026 sekitar pukul 11.40.02 WITA.

Pada 5 Oktober 2026, giliran Kabupaten Muna, Kabupaten Bombana, Kabupaten Muna Barat, dan Kabupaten Buton Utara. Di Muna, fenomena diperkirakan terjadi sekitar pukul 11.37.36 WITA, Bombana sekitar pukul 11.40.29 WITA, Muna Barat sekitar pukul 11.38.33 WITA, dan Buton Utara sekitar pukul 11.35.48 WITA.

Sementara pada 7 Oktober 2026, Hari Tanpa Bayangan dijadwalkan dapat diamati di Wakatobi, Kota Baubau, Kabupaten Buton, Kabupaten Buton Tengah, dan Kabupaten Buton Selatan.

Wakatobi dijadwalkan mengalami fenomena tersebut sekitar pukul 11.33.47 WITA. Di Kota Baubau sekitar pukul 11.37.30 WITA, Kabupaten Buton sekitar pukul 11.36.33 WITA, Kabupaten Buton Tengah sekitar pukul 11.37.56 WITA, dan Kabupaten Buton Selatan sekitar pukul 11.37.32 WITA.

Hari Tanpa Bayangan merupakan fenomena astronomi ketika Matahari berada tepat atau hampir tepat di atas suatu wilayah. Posisi tersebut membuat cahaya Matahari datang dengan sudut yang sangat tinggi sehingga bayangan benda yang berdiri tegak menjadi sangat pendek.

Baca Juga :  SMART AGRIFOOD: TRANSFORMASI LIMBAH ORGANIK BERBASIS MYCOVIRUS-CARBON QUANTUM DOTS UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI DAN AKSELERASI KAKAO SULAWESI TENGGARA

Saat puncak fenomena terjadi, bayangan sebuah benda seperti tongkat atau tiang dapat jatuh tepat di bawah benda tersebut. Dari pengamatan langsung, kondisi ini membuat benda tersebut terlihat seolah-olah tidak memiliki bayangan.

Meski disebut Hari Tanpa Bayangan, bukan berarti bayangan benar-benar hilang. Bayangan masih dapat terlihat, terutama apabila waktu pengamatan tidak tepat pada saat Matahari mencapai posisi tertingginya atau permukaan tempat benda berdiri tidak benar-benar datar.

Fenomena ini berkaitan dengan gerak semu tahunan Matahari. Sepanjang tahun, posisi Matahari tampak bergerak ke utara dan selatan akibat revolusi Bumi mengelilingi Matahari dan kemiringan sumbu rotasi Bumi.

Indonesia termasuk wilayah yang dapat mengalami fenomena ini karena letaknya berada di antara Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan. Ketika posisi Matahari melintasi suatu wilayah dan berada tepat di atasnya, wilayah tersebut dapat mengalami Hari Tanpa Bayangan.

Baca Juga :  Impor Peralatan Proyek Smelter Bikin Bea Masuk di Sultra Melesat Rp358,62 Miliar

Waktu terjadinya tidak serentak di seluruh Sultra. Setiap wilayah memiliki koordinat geografis yang berbeda sehingga waktu Matahari mencapai posisi tertinggi juga berbeda. Karena itu, jadwal Hari Tanpa Bayangan di Kendari tidak persis sama dengan wilayah lain seperti Konawe, Kolaka, Muna, maupun Wakatobi.

Untuk menyaksikannya, warga dapat menggunakan benda tegak seperti tongkat atau botol yang diletakkan di permukaan datar. Beberapa menit sebelum waktu yang tercantum dalam jadwal, bayangan benda dapat diamati. Semakin mendekati waktu puncak, bayangan akan semakin pendek.

Pengamatan sebaiknya dilakukan di tempat terbuka yang tidak terhalang bangunan atau pepohonan. Warga juga tidak disarankan menatap Matahari secara langsung karena dapat membahayakan mata.

Fenomena Hari Tanpa Bayangan menjadi salah satu peristiwa astronomi yang menarik untuk diamati karena dapat disaksikan secara langsung dengan cara sederhana. Bagi warga Sultra, momen ini berlangsung bergantian di berbagai daerah hingga 7 Oktober 2026. Adm

?>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

?>
?>