?>
BERITA TERKINIHEADLINE

Viral di Medsos, Proyek Jalan Lakarinta-Korihi Aspalnya Rontok Berhamburan, Ini Kata DPRD Muna!

×

Viral di Medsos, Proyek Jalan Lakarinta-Korihi Aspalnya Rontok Berhamburan, Ini Kata DPRD Muna!

Sebarkan artikel ini
Warga mengecek proyek jalan aspal di Muna yang rontok berhamburan begitu diserok pakai tangan.

LAJUR.CO, KENDARI — Proyek pengaspalan ruas jalan Lakarinta-Korihi di Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), menjadi sorotan setelah material aspal pada badan jalan tampak rontok dan berhamburan saat digaruk menggunakan tangan.

Kondisi tersebut viral di media sosial setelah akun Facebook Harmin Meleura mengunggah video yang memperlihatkan kondisi jalan tersebut pada Sabtu (3/10). Dalam unggahan itu, material pada permukaan jalan yang baru dikerjakan terlihat mudah terkelupas.

Dari video diterima Lajur.co, warga tampak beberapa kali mencoba mengecek kekokohan aspal. Mereka menggesek permukaan jalan menggunakan kaki. Material aspal terlihat langsung lepas dari badan jalan dan berhamburan menyerupai pasir atau kerikil.

Kondisi tersebut kemudian mendapat perhatian anggota DPRD Muna, Rasmin. Politikus Partai Demokrat itu mengaku telah menghubungi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Muna, khususnya Bidang Bina Marga, agar turun langsung memeriksa pekerjaan tersebut.

Baca Juga :  Hugua Soroti Bagi Hasil Tambang di Sultra: Pusat Untung Rp188 Triliun, Daerah Hanya Keciprat Rp207 Miliar

“Saya lihat juga postingan di FB akun Harmin Meleura masalah pengaspalan ini. Saat itu saya masih di luar daerah ketika jalan ini dikerjakan. Namun, saya sebagai anggota Banggar DPRD Muna langsung menghubungi Dinas PUPR Muna bidang Bina Marga,” kata Rasmin saat dikonfirmasi, Senin (5/10/2026).

Rasmin meminta Dinas PUPR memastikan apakah metode pengerjaan dan material yang digunakan telah memenuhi spesifikasi teknis yang ditetapkan.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan pekerjaan tidak sesuai spesifikasi, ia meminta kontraktor membongkar kembali bagian yang bermasalah dan melakukan pengaspalan ulang.

“Kalau tidak sesuai spek, saya minta Dinas PUPR Muna meminta pihak kontraktor membongkar kembali proyek tersebut dan dikerjakan ulang dari awal,” ujarnya.

Tak hanya PUPR, Rasmin mengaku telah berkomunikasi dengan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Inspektorat Kabupaten Muna. Ia meminta Inspektorat turut turun ke lokasi untuk memeriksa kualitas pekerjaan yang menjadi sorotan masyarakat tersebut.

Baca Juga :  Daftar Nama Kapolres Baru Kolaka, Kendari dan Kolut Plus Pejabat Polda Sultra yang Dilantik

Menurut Rasmin, proyek pengaspalan ruas Lakarinta-Korihi masuk dalam APBD Induk 2026 dengan nilai anggaran sekitar Rp350 juta. Adapun panjang jalan yang dikerjakan mencapai sekitar 240 meter.

Rasmin juga mempertanyakan jenis material yang digunakan serta pengawasan selama proses pengerjaan berlangsung.

“Saya juga sudah pertanyakan jenis apa aspal begini dan apakah memang sudah sesuai teknisnya. Kalau kita garuk pakai jari tangan, langsung terbongkar material aspalnya,” ungkapnya.

Karena itu, ia meminta pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan seluruh pihak terkait, termasuk kontraktor dan penyedia material aspal.

“Kalau memang tidak sesuai speknya, harus dibongkar ulang dari awal, harus diaspal ulang. Saya minta Dinas PUPR Muna segera menghentikan kegiatan pengaspalan jalan ini,” tegas Rasmin.

Baca Juga :  Fix! Semua Maskapai Cancel Penerbangan Tujuan Soetta Jakarta Via Bandara Halu Oleo

Viralnya kondisi jalan tersebut di media sosial juga menarik perhatian warga sekitar. Sebelumnya, masyarakat menyambut baik pengaspalan ruas tersebut karena jalan itu disebut telah mengalami kerusakan selama belasan tahun.

Namun, setelah melihat video kondisi aspal yang beredar di Facebook, sejumlah warga memilih mendatangi lokasi untuk mengecek langsung kualitas permukaan jalan.

Mereka bahkan ikut menggaruk permukaan aspal menggunakan kaki. Material jalan yang mudah terlepas membuat sebagian warga kecewa karena berharap akses yang telah lama rusak itu dapat diperbaiki dengan kualitas yang baik dan bertahan lama.

Kini, kualitas proyek pengaspalan Lakarinta-Korihi masih menunggu pemeriksaan Dinas PUPR dan Inspektorat Kabupaten Muna untuk memastikan apakah pekerjaan tersebut telah memenuhi spesifikasi teknis atau perlu dilakukan perbaikan. Tri

?>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

?>
?>