LAJUR.CO, BUTENG – Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara (Sultra), bakal menjadi daerah percontohan program Transmigrasi Maritim (Transmarine) pertama di Indonesia. Program yang direncanakan terealisasi pada 2027 itu akan mengembangkan potensi sumber daya laut sebagai sektor unggulan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Program tersebut dipaparkan Bupati Buteng, DR Azhari SSTP MSi, saat menerima kunjungan kerja Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Transmigrasi RI, Edy Gunawan SE MM, Senin (19/10/2026). Rombongan turut didampingi sejumlah kepala balai wilayah Sultra.
Azhari menjelaskan, Transmarine dirancang untuk mengoptimalkan kekayaan laut Buteng melalui pengembangan komoditas unggulan, seperti lobster, kepiting rajungan, dan ikan teri. Gagasan tersebut lahir setelah pemerintah daerah berdiskusi dengan Transpatriot.
“Program Transmarine ini insyaallah akan terealisasi awal 2027 di Kabupaten Buteng. Sektor unggulan yang akan kami kembangkan adalah hasil kekayaan laut, seperti lobster, kepiting rajungan, dan ikan teri,” jelas Azhari kepada sejumlah media.
Ia mengungkapkan, pemerintah daerah telah menyiapkan sekitar 50 hektare lahan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut. Peserta nantinya akan memperoleh lahan garapan sesuai skema pengelolaan yang dirancang, termasuk petak berukuran 10 x 10 meter per orang untuk pengembangan usaha berbasis komoditas laut.
Menurut Azhari, peserta Transmarine juga direncanakan memperoleh sertifikat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI sebagai bagian dari pengelolaan lahan program.
Azhari menyebut, Buteng menjadi daerah pertama yang mengusulkan program percontohan tersebut. Usulan itu disampaikan kepada Ridwan Bae, yang kemudian meneruskannya kepada Menteri Transmigrasi RI.
“Alhamdulillah, insyaallah tahun 2027 program ini akan terealisasi di Kabupaten Buteng. Kami sangat berterima kasih kepada Pak Ridwan Bae dan Pak Sekjen Kementerian Transmigrasi RI, DR Edy Gunawan SE MM, yang telah berkunjung dan melihat langsung potensi Transmarine di daerah kami,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Sekjen Kementerian Transmigrasi RI, Edy Gunawan, memastikan program Transmarine di Buteng direncanakan mulai berjalan pada 2027. Pada tahap awal, pemerintah akan menempatkan 25 kepala keluarga (KK) sebagai peserta.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 15 KK diprioritaskan bagi masyarakat lokal Buteng, sedangkan 10 KK lainnya berasal dari luar Sultra.
“Insyaallah, untuk tahap awal, program Transmarine di Kabupaten Buteng akan terealisasi pada 2027. Kami akan menempatkan 25 KK, terdiri dari 15 KK lokal dan 10 KK dari luar Sultra. Kami tetap memprioritaskan masyarakat lokal. Transmarine yang digagas Bupati Buteng ini merupakan pilot project di Indonesia,” ungkap Edy.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, mengapresiasi inisiatif Azhari dalam mengusulkan program berbasis potensi kelautan daerah. Ia menilai Bupati Buteng termasuk kepala daerah di Sultra yang kreatif, inovatif, dan aktif memperjuangkan pembangunan daerah.
Ridwan berharap kepala daerah di Sultra, termasuk gubernur, dapat lebih sering turun langsung ke tengah masyarakat untuk mengetahui kebutuhan serta persoalan yang dihadapi warga.
“Saya mengimbau para bupati se-Sultra agar selalu dekat dengan masyarakat dan memperjuangkan kepentingan serta kesejahteraan rakyat. Dengan turun langsung ke lapangan, kepala daerah bisa mengetahui kekurangan dan kebutuhan masyarakat sehingga lebih mudah memahami kesulitan yang mereka hadapi,” tutur Ridwan.
Kehadiran program Transmarine di Buteng diharapkan menjadi langkah awal pengembangan model transmigrasi berbasis potensi maritim. Selain mengoptimalkan sumber daya laut, program tersebut dirancang untuk membuka peluang usaha dan memperluas kesempatan ekonomi bagi masyarakat lokal maupun peserta dari luar daerah. Tri





