LAJUR.CO, KENDARI — Dari tanah Sulawesi Tenggara (Sultra), langkah dua perempuan berseragam Polri kini menembus batas negara. Mereka adalah Brigpol Dwi Nurrohmah Muntalib dan Briptu Azalya. Dua polwan berhijab itu dipercaya membawa misi kemanusiaan Indonesia hingga ke Republik Afrika Tengah di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dwi dan Azalya merupakan Polisi Wanita (Polwan) asal Sultra yang terpilih menjadi bagian dari kontingen Formed Police Unit (FPU) 8 MINUSCA. Penugasan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri, bukan hanya bagi Polda Sultra, tetapi juga bagi daerah asal keduanya yang turut mencatatkan nama dalam misi perdamaian internasional.
Pada misi tersebut, para personel diperkirakan bertugas selama 12 hingga 14 bulan. Mereka akan ditempatkan di Bangui, ibu kota Republik Afrika Tengah, yang menjadi salah satu wilayah operasi misi PBB.
Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Pol Untung Widyatmoko mengatakan para personel yang terpilih akan menjalankan tugas di Bangui.
“Para personel akan dikirim ke Afrika Tengah, tepatnya di Bangui yang merupakan daerah tugas PBB,” kata Untung saat prosesi pembaretan di kawasan Gumuk Pasir, Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (11/9).
Penugasan internasional tersebut terasa semakin istimewa bagi Brigpol Dwi Nurrohmah. Ia tercatat sebagai salah satu Polwan lulusan terbaik dalam rangkaian seleksi yang berlangsung dari tingkat daerah hingga pusat.
Predikat tersebut diraih setelah melalui proses panjang, termasuk Latihan Pratugas (Latpragas) selama enam bulan. Dwi menyebut pencapaian itu tidak lepas dari latihan, kerja keras, doa, serta dukungan keluarga.
“Berkat latihan dan kerja keras, serta doa dan dukungan dari keluarga terutama suami dan orang tua, saya bisa mendapatkan predikat Polwan lulusan terbaik usai mengikuti seleksi dari tingkat daerah hingga tingkat pusat hingga Latpragas selama enam bulan,” ujar Dwi.
Ia menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polda Sultra yang telah memberikan dukungan selama proses persiapan hingga keberangkatan.
“Terima kasih kepada Bapak Kapolda, Bapak Wakapolda atas dukungannya sehingga kami bisa mengharumkan nama Sultra, khususnya Polda Sultra,” tuturnya.
Pada seleksi tahun ini, sembilan personel dari Polda Sultra berhasil terpilih untuk bergabung dalam kontingen FPU 8 MINUSCA. Mereka terdiri dari tujuh polisi laki-laki dan dua Polwan.
Keberangkatan Dwi dan Azalya menjadi bagian dari kontribusi personel Polri dalam misi perdamaian internasional di bawah mandat PBB.
Bagi keduanya, penugasan tersebut bukan sekadar perjalanan ke luar negeri. Ada tanggung jawab kemanusiaan yang turut mereka bawa, sekaligus nama Indonesia yang akan mereka emban selama menjalankan tugas di negeri orang.
Dari Sultra, langkah dua Polwan berhijab itu kini berlanjut jauh hingga Afrika Tengah. Adm



