SULTRABERITA.ID, KENDARI – Anggota Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta Riano P Ahmad mengatakan program kewirausahaan JakPreneur harus menghasilkan wirausahawan yang lebih baik daripada program One Kecamatan One Center of Entrepreneurship (OK OCE). Riano menilai jika JakPreneur sebagai program penyempurnaan OK OCE tak bisa menghasilkan wirausahawan yang lebih baik, sama saja dengan ‘pepesan kosong’.
BACA JUGA :
- Waspada! Viral Sunscreen Palsu dengan SPF Rendah, Tingkatkan Risiko Kanker
- Bank Sultra Salurkan 300 Paket Sembako Untuk Korban Banjir di Kendari
- ‘Riweh’ Distribusi Beras Banjir di Kendari, Karung Bulog 50 Kg Dibongkar Demi Jatah 2,1 Kg per Orang
- Harga Sayur di Kendari Bikin Menjerit Imbas Banjir Konda, Pedagang Terpaksa Jual Sayur Buangan
- Wali Kota Siska Terima 300 Paket Sembako dari Bank Sultra untuk Warga Terdampak Banjir
“Ya sekarang kalau ganti nama, kualitas dari ganti nama itu hanya pepesan kosong juga buat apa. Tentunya kan ganti nama itu juga harus dimaknai dengan hasil yang lebih baik dari yang sebelumnya,” kata Riano kepada wartawan, Sabtu (22/2/2020).
“Jadi targetnya misalnya apa, dari OK OCE yang di dalam satu tahun bisa melahirkan wirausahwan 100, dengan JakPreneur ini bisa menghasilkan lebih dari itu dan sudah bisa dibuktikan dengan berganti nama ini,” imbuhnya.
Riano pada dasarnya mendukung program JakPreneur. Dia berharap JakPreneur tidak hanya memberikan pelatihan kewirausahaan, tetapi juga bisa membantu sampai ke aspek permodalan.
“Ya artinya, saya berharap begini, dengan diganti JakPreneur tentunya sudah dilatih, sudah siap ini, ya tentunya pemerintah harus bisa men-support dong pendanaan. Karena memang permasalahan utamanya itu kan dari permodalan,” jelasnya.
Anggota Komisi D DPRD DKI juga menilai BUMD-BUMD milik Pemprov DKI juga bisa diberdayakan untuk mensukseskan JakPreneur. Misalanya, sebut Riano, PD Pasar Jaya yang sedang mengelola kawasan kuliner dan kreatif bernama Thamrin 10. Dia menyebut para peserta program JakPreneur bisa memanfaatkan kawasan tersebut untuk memulai usahanya.
“Pasar Jaya sekarang punya JakMart. Kan Pasar Jaya juga lagi mengelola Thamrin 10. Nah itu kan biar mereka langsung praktik,” terang Riano.
Diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meluncurkan program penyempurnaan OK OCE, yakni JakPreneur. Menurut Anies, JakPreneur memberikan pelatihan sesuai dengan fase dari wirausahawan.
“JakPreneur ini, pendekatannya asimetrik. Asimetrik itu artinya memberikan solusi sesuai dengan fasenya, tidak simetris, tidak dianggap semuanya pemula. Sebagian adalah memang pemula, dari nol. Tapi sebagian sudah berjalan, tinggal fase kalau disebut tadi P-nya P1-P7,” ucap Anies dalam sambutan di acara Naturale Market by JakPreneur, di Thamrin 10, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (22/2). Adm
Sumber : detik.com
Judul : https://m.detik.com/news/berita/d-4910593/pan-soal-jakpreneur-sempurnakan-ok-oce-kalau-pepesan-kosong-buat-apa?single=1





