BERITA TERKININASIONAL

Waspada! Viral Sunscreen Palsu dengan SPF Rendah, Tingkatkan Risiko Kanker

×

Waspada! Viral Sunscreen Palsu dengan SPF Rendah, Tingkatkan Risiko Kanker

Sebarkan artikel ini
Sunscreen Palsu
Foto : Ist

LAJUR.CO, KENDARI – Kandungan SPF yang tinggi menjadi inti dari produk sunscreen untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari, khususnya UV A dan UV B. Namun ternyata, ada produsen sunscreen yang diduga memalsukan klaim SPF produknya. Ada produk sunscreen yang mencantumkan SPF 45, padahal hasil pengujian menunjukkan kandungan aslinya hanya sekitar SPF 3,6.

Julian Sass, ilmuwan kosmetik asal Kanada, mengungkapkan proses investigasinya terkait sunscreen palsu lewat unggahan TikTok yang kini viral. Dalam videonya, ia mengungkap kecurigaan terhadap produk sunscreen dengan tekstur transparan yang tidak biasa serta komposisi yang dinilai tidak masuk akal karena tidak mengandung bahan pelindung matahari seperti zinc oxide.

Dr. Sass kemudian menguji sunscreen tersebut menggunakan kamera UV dan uji laboratorium in vitro. Hasilnya, produk itu gagal memberikan perlindungan yang dijanjikan dan terbukti memiliki SPF yang sangat rendah.

Baca Juga :  Wali Kota Siska Karina Imran Temui Menteri Ekraf RI, Bahas Kesiapan Event Internasional UCLG ASPAC 2026

“Ini bukan produk dengan perlindungan spektrum luas sehingga tidak bisa melindungi dari sinar UV A penyebab penuaan dini dan kanker kulit. Dalam komposisinya bahkan tidak tercantum bahan perlindungan matahari,” ujar Dr. Sass.

Ciri-ciri Sunscreen Palsu
Produk kecantikan yang paling sering dipalsukan adalah skincare Korea. Popularitas skincare Korea dengan hasil yang dianggap efektif membuat banyak orang tergiur membeli versi murah tanpa memastikan keasliannya.

Beauty creator Janine Falcon atau Beauty Geek pernah membagikan pengalamannya membeli Beauty of Joseon Relief Sun Rice + Probiotics SPF50+ PA++++ palsu. Produk sunscreen dari Beauty of Joseon memang cukup populer dan harganya relatif tinggi, sehingga konsumen perlu waspada jika menemukan harga yang terlalu murah.

Sunscreen palsu biasanya bisa dikenali dari tekstur dan kemasannya. Produk palsu cenderung memiliki tekstur seperti pasta atau kapur yang sulit dibaurkan ke kulit. Sementara produk asli memiliki tekstur cream lotion ringan yang mudah menyerap.

Baca Juga :  Bulog Salurkan Bantuan Pangan di Konawe Utara, 8.447 KK Terima Beras dan Minyak

Kemasan produk palsu juga sering tampak seperti aluminium foil, bukan plastik berkualitas, serta tidak memiliki tanggal kedaluwarsa yang jelas. Sayangnya, ulasan jujur tentang produk palsu sering tenggelam di antara banyaknya review positif di toko online.

Karena sering dipalsukan, Beauty of Joseon kini menambahkan kode QR pada kemasan produknya untuk membantu konsumen mengecek keaslian produk.

Produk Korea lain yang juga sering dipalsukan adalah Round Lab Birch Juice Moisturizing Sunscreen SPF50+ PA++++ dari Round Lab. Produk palsu biasanya memiliki cetakan font yang lebih tebal, melengkung, dan spasi huruf yang berantakan akibat kesalahan produksi.

Efek Samping Sunscreen Palsu

Sunscreen dengan SPF palsu yang tidak memberikan perlindungan optimal dapat menyebabkan pertumbuhan sel kulit abnormal karena kulit gagal terlindungi dari paparan sinar ultraviolet. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda awal kanker kulit.

Baca Juga :  UTBK SNBT 2026 di UHO Dimulai, 10.075 Peserta Berebut Kursi

Secara umum, kanker kulit dibagi menjadi tiga jenis, yaitu karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa, dan melanoma. Karsinoma sel basal biasanya muncul dalam bentuk benjolan mengilap pada kulit. Pada kulit gelap warnanya cenderung kecokelatan atau hitam, sementara pada kulit terang dapat terlihat transparan.

Jenis yang paling umum adalah karsinoma sel skuamosa akibat paparan UV berlebih. Bentuknya bisa berupa benjolan merah keras, bercak bersisik, atau luka terbuka yang tidak kunjung sembuh.

Sementara melanoma merupakan jenis kanker kulit paling berbahaya karena berkembang dari sel pigmen kulit atau melanosit. Jika perlindungan SPF terganggu akibat penggunaan sunscreen palsu, risiko melanoma dapat meningkat. Karena itu, penggunaan sunscreen secara rutin sangat penting untuk membantu melindungi kulit dari kerusakan DNA akibat sinar UV. Adm

Sumber : Detikcom

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x