SULTRABERITA.ID, KENDARI – Presiden Joko Widodo meminta Menteri Kabinet Indonesia Maju tak melayat mendiang ibundanya, Sujiatmi Notomiharjo. Para menteri tetap diminta fokus bekerja menangani wabah Virus Corona (Covid-19).
BACA JUGA :
- ‘Riweh’ Distribusi Beras Banjir di Kendari, Karung Bulog 50 Kg Dibongkar Demi Jatah 2,1 Kg per Orang
- Harga Sayur di Kendari Bikin Menjerit Imbas Banjir Konda, Pedagang Terpaksa Jual Sayur Buangan
- Wali Kota Siska Terima 300 Paket Sembako dari Bank Sultra untuk Warga Terdampak Banjir
- ASN Wajib Jalankan 10 Program Direktif Prabowo Tanpa Kritik, Wagub Sultra: âLaksanakan! Itu Perintahâ
- Kemenhub Sesuaikan Fuel Surcharge Angkutan Udara, Harga Tiket Pesawat Berpotensi Naik
“Arahan presiden yang disampaikan lewat Pak Mensesneg dan Menseskab agar seluruh anggota Kabinet tetap menjalankan tugas dan fungsinya. Terutama dalam menangani masalah serius wabah Covid-19,” ujar Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Budi Arie saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Rabu (25/3).
Budi beralasan pemakaman Sujiatmi bersifat internal dan hanya ditujukan bagi keluarga. “Pemakaman ini bersifat internal dan keluarga,” katanya.
Mendiang Sujiatmi diketahui meninggal dunia di usia 77 tahun. Jokowi langsung bertolak ke Solo dan sempat menuju rumah sakit. Dari foto yang diterima, terlihat Jokowi memasuki ruang IGD mengenakan masker didampingi putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka.
Jenazah Sudjiatmi rencananya akan dimakamkan di Pemakan Keluarga Mundu, Karanganyar, Jawa Tengah pada Kamis (26/3) besok.
Juru Bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi) Bidang Sosial Angkie Yudistia saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, mengatakan penyebab meninggalnya ibunda Presiden Jokowi bukan karena infeksi Virus Corona.
“Almarhumah meninggal bukan karena corona,” kata dia. Adm
Sumber : CNN Indonesia
judul : https://m.cnnindonesia.com/nasional/20200325195931-20-486867/ibunda-meninggal-jokowi-minta-menteri-tak-melayat





