SULTRABERITA.ID, KENDARI – Kecelakaan kapal kembali terjadi di kawasan laut Wakatobi, persisnya di Perairan Numata, Kamis 3 Juli 2020. Kapal tersebut diketahui mengakut tiga penumpang warga Wangi-wangi.
BACA JUGA :
- Minta Jaminan Harga, Saudagar Muslim di Sultra Siap Penuhi Pasokan Ubi Kayu Industri Tepung Tapioka Ekspor
- Wajah Cantik Penari Asal Sultra, Alumni SMAN 4 Kendari Alya Zauliya Zahra di Panggung FIFA ASEAN Cup 2026
- Dinas PUPR Muna Turun Cek Proyek Aspal Abal-abal Jalan Desa Mantobua-Korihi Pasca Viral
- SK Fix Berakhir, BKD Sultra Jawab Nasib 2.605 PPPK Paruh Waktu
- Tak Mempan Lobi, Perumda Kendari Tolak Legalkan Pasar Dadakan di Tapak Kuda
Kepala Basarnas Kendari, Arif Sofingi mengatakan pihak Basarnas memperoleh informasi tersebut sekitar pukul 19.30 Wita dari salah seorang keluarga korban bernama Basri.
Ia mengabarkan sekitar pukul 17.30 WITA terjadi kecelakaan kapal dimana kapal yang ditumpangi keluarganya mendadak mengalami mati mesin di Perairan Numana Kabupaten Wakatobi.
“Jarak lokasi kejadian dengan dari Pos SAR Wakatobi sekitar 15 Nautical Mile. Data penumpang, Amirudin laki-laki (38 tahun), Alex laki-laki (40 tahun), Ajis, laki-laki 20 tahun. Ketiganya merupakan warga Desa Numana Kecamatan Wangi-wangi Wakatobi,” rinci Arif Sofingi.
Matinya mesin kapal yang mengambil rute Pulau Tomia-Wanci disebabkan AS koker yang pecah.
“Berdasarkan laporan tersebut, pada pukul 19.45 WITA, Tim Rescue Pos SAR Wakatobi diberangkatkan menuju LKK dengan menggunakan RIB untuk memberikan bantuan SAR,” jelasnya.
Sejam berselang, persisnya pukul 21.05 WITA, Tim Rescue Pos SAR Wakatobi berhasil menemukan longboat bersama 3 penumpang.
Beruntung, seluruh dalam keadaan selamat saat ditemukan disekitar perairan Numata.
“Selanjutnya 2 orang POB dievakuasi ke RIB dan 1 orang POB tetap berada di longboat tersebut yang di towing oleh kapal nelayan lainnya menuju ke Pelabuhan Marina Wanci dengan tetap dilakukan pengawalan oleh RIB sampai tiba di tujuan. Pada pukul 23.00 WITA Tim Rescue Pos Sar Wakatobi tiba di Pelabuhan Marina,” pungkasnya. Adm



