SULTRABERITA.ID, KENDARI – Bupati Buton Utara (Butur), Abu Hasan sudah mantap bercerai dengan wakilnya, Ramadio. Ketua PDIP Sultra itu memilih menggandeng figur lain, Suhuzu pada periode kedua suksesi Pilbup Butur.
BACA JUGA :
- Lab DLH Sultra Resmi Teregistrasi Kementerian, Siap Layani Perusahaan Tambang & Pacu PAD
- Ikuti Arahan Presiden, Gubernur ASR Instruksikan Cabut Baliho & Kabel Pengganggu Estetika
- HUT ke-54 Basarnas: Kantor SAR Kendari Aksi Donor Darah, Kumpulkan 98 Kantong
- 10 Kabupaten Terima Rehab Rumah Nelayan di Sultra, Digarap Mulai Maret 2026
- Breaking: IHSG Ambruk 3,44%, Saham Emas & Emiten Prajogo Longsor
Abu Hasan membeber beberapa alasan tak lagi berduet dengan Ramadio sebagai kontestan di Pilbup Butur mendatang.

Salah satunya adalah menyangkut kasus pelecehan anak dibawah umur yang disangkakan pada 02-nya itu.
Abu Hasan menyatakan dirinya ingin Ramadio lebih fokus menyelesaikan permasalahan hukum yang kini diambil alih oleh Polda Sultra.
“Tidak sama-sama iya. Beliau akan fokus dengan masalahnya yang sedang dihadapi,” singkatnya, Selasa 25 Februari 2020.
Abu Hasan sendiri enggan berspekulasi dan berbicara banyak terkait kasus yang menjerat wakilnya itu. Menurut dia, hal tersebut cukup menjadi ruang privasi Ramadio.
“Itu privasi beliau. Saya kira ini bagian dari skenario maha kuasa bagi setiap orang. Dengan problem yang dihadapi beliau akan fokus dengan masalah itu,” pungkas Abu Hasan.
Sebagai informasi, Wakil Bupati Butur Ramadio resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus asusila oleh Polres Muna pada Desember 2019 lalu. Ramadio dilaporkan melakukan pencabulan anak dibawah umur pada Juni 2019.
Korban yang tak lain adalah warga Butur diketahui masih berusia 14 tahun. Kasus ini tak pelak membuat gempar masyarakat.
Sejak ditetapkan sebagai tersangka, penanganan kasus pencabulan anak di bawah umur melibatkan 02 Butur kemudian diambil alih oleh Polda Sultra. Adm



