BERITA TERKINIEKOBISHEADLINE

Bank Sampah Kodya Garap Hampir 1 Ton Sampah, Layani 150 Nasabah Aktif di Kendari

×

Bank Sampah Kodya Garap Hampir 1 Ton Sampah, Layani 150 Nasabah Aktif di Kendari

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Bank Sampah Kodya di Kelurahan Watu-Watu, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, kini mampu mengelola sampah hingga 800–900 kilogram setiap pekan atau mendekati satu ton. Capaian tersebut seiring meningkatnya partisipasi masyarakat, dengan sekitar 150 nasabah aktif yang rutin menyetorkan sampah untuk didaur ulang melalui program bank sampah.

Program bank sampah merupakan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang mendorong warga memilah sampah dari rumah. Sampah yang telah dipisahkan sesuai jenisnya kemudian disetorkan ke bank sampah untuk ditimbang dan dicatat layaknya menabung. Hasil penjualan sampah tersebut menjadi tabungan bagi nasabah, sekaligus berkontribusi mengurangi timbunan sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

Baca Juga :  Mengenal Sosok Bahtra Banong, Politikus Gerindra Asal Sultra yang Pasang Badan untuk MBG Prabowo

Bank Sampah Kodya yang beroperasi sejak akhir 2022 tercatat menerima sedikitnya 15 jenis sampah yang masih memiliki nilai ekonomi. Mulai dari besi tebal, besi tipis, aluminium, kertas HVS putih, kertas warna, koran, kardus, hingga berbagai jenis plastik seperti botol dan gelas air mineral, baskom bekas, gelas minuman, kaleng, jerigen, serta botol oli.

Administrasi bank sampah yang terletak di jantung Kora Lulo diketahui telah tertata dengan baik. Kegiatan penimbangan sampah dilakukan setiap hari Sabtu, sementara hasil pengumpulan dijual setiap hari Minggu kepada mitra pembeli.

Untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat tersebut, Raja Foundation bersama Naturevolution Indonesia menyerahkan bantuan sarana dan prasarana kepada Bank Sampah Kodya.

Baca Juga :  105 Mahasiswa UHO Lolos Program Beasiswa Bank Indonesia 2026

Bantuan yang diserahkan secara simbolis meliputi bangunan Bank Sampah Kodya, dua unit perahu untuk mendukung pengangkutan sampah plastik di wilayah pesisir Talia-Petoaha, fasilitas pengelolaan sampah organik berupa kebun organik, serta sejumlah perlengkapan pendukung lainnya.

Waste Management Leader Naturevolution Indonesia, Setiawan, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ekonomi sirkular sekaligus meningkatkan keterlibatan perempuan dalam pengelolaan lingkungan.

“Jadi di sini kami memprioritaskan bagaimana peran serta perempuan dalam sirkuler ekonomi terutama di bidang lingkungan,” ujarnya kepada awak media, Sabtu (25/7/2026).

Setiawan menjelaskan, Naturevolution Indonesia tidak hanya memberikan bantuan fasilitas, tetapi memastikan hasil pemilahan sampah dari bank sampah binaan memiliki pasar yang jelas.

Baca Juga :  Lelang Randis Ditutup: Jeep Cherokee Eks Ketua DPRD Laku Rp88 Juta, Yang Menawar Hanya Satu Peserta

“Kami dari Naturevolution terus menjamin, istilahnya kami beli apa yang mereka pilah. Kemudian kami juga menjalin hubungan juga dengan partner yang lain, pembeli yang lain,” ungkapnya.

Menurutnya, pendampingan akan terus dilakukan hingga Bank Sampah Kodya mampu beroperasi secara mandiri. Setelah itu, pola pembinaan serupa akan diperluas ke wilayah lain yang masih menghadapi persoalan pengelolaan sampah.

“Terus seperti itu, supaya nanti ada tingkat maksimal dalam pengelolaan serta pengurangan sampah di Kota Kendari,” tuturnya.

Laporan: Ika Astuti

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x