LAJUR.CO, KENDARI – Pada peringatan HUT ke-195 Kota Kendari, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran memaparkan capaian pembangunan yang menunjukkan tren menggembirakan. Meski demikian, ia menegaskan masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang perlu dituntaskan, mulai dari tingginya angka pengangguran hingga persoalan banjir dan pengelolaan sampah.
Pemaparan tersebut disampaikan Siska saat rapat paripurna DPRD Kota Kendari, Rabu (6/5/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Kendari mencapai 5,16 persen pada 2025, tertinggi dalam lima tahun terakhir.
“Dalam dua tahun terakhir, capaian pembangunan menunjukkan tren positif yang cukup signifikan,” ujar Siska.
Selain itu, angka kemiskinan mengalami penurunan dari 4,23 persen pada 2024 menjadi 4,18 persen pada 2025. Penurunan tersebut sejalan dengan meningkatnya daya beli serta kualitas hidup masyarakat.
Dari sisi ketimpangan, rasio gini turut membaik dari 0,367 menjadi 0,350. Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2025 naik menjadi 86,36 persen, menempatkan Kendari sebagai salah satu daerah dengan capaian IPM tertinggi di Indonesia.
Pendapatan per kapita masyarakat pun meningkat, dari Rp80,97 juta per tahun pada 2024 menjadi Rp85,16 juta pada 2025.
Meski begitu, Siska mengakui tantangan masih cukup besar. Salah satunya yakni tingkat pengangguran terbuka yang justru meningkat hingga 5,94 persen pada 2025.
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi tingginya arus urbanisasi ke Kendari sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara, dengan pertambahan penduduk sekitar 8 ribu jiwa.
Ia turut menyoroti belum ditetapkannya revisi RT/RW yang berdampak pada terhambatnya investasi di daerah.
“Hal tersebut berpengaruh terhadap pertumbuhan lapangan kerja di Kota Kendari,” katanya.
Selain persoalan pengangguran, pemerintah kota masih dihadapkan pada isu pengelolaan sampah, pengendalian banjir, serta penataan wajah kota.
Ke depan, Pemkot Kendari akan memfokuskan pembenahan pada infrastruktur dasar, sistem drainase, peningkatan kualitas lingkungan hidup, hingga revitalisasi ruang publik dan taman kota.
“Kami menyadari capaian pembangunan saat ini belum sepenuhnya memenuhi harapan semua pihak, terutama terkait pengelolaan persampahan, pengendalian banjir, dan penataan kota,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Kendari La Ode Muhammad Inarto mengapresiasi kontribusi berbagai pihak yang telah menjaga stabilitas daerah sehingga pembangunan dapat berjalan dengan baik.
Ia menilai, di usia ke-195, Kota Kendari menghadapi tantangan yang semakin kompleks sehingga membutuhkan kerja yang cepat, inovatif, dan adaptif.
“Menjelang dua abad, kita ingin Kendari menjadi kota yang lebih maju, nyaman, bersih, hijau, tangguh, serta tetap berbudaya dan religius,” ujar Inarto.
Di akhir pernyataannya, Siska mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam pembangunan daerah demi mewujudkan kesejahteraan bersama.
“Mari jadikan momentum HUT ke-195 sebagai semangat untuk memacu pembangunan menuju Kendari yang semakin maju,” tutupnya. Adm





