LAJUR.CO, KENDARI – Perum Bulog Sulawesi Tenggara (Sultra) mengajak puluhan siswa SMA Negeri 9 Kendari berkunjung ke kompleks gudang beras Punggaloba, Kendari Barat, Kamis (23/4/2026). Program Eduwisata menjadi bagian strategi baru Perum Bulog mengenalkan proses pengelolaan pangan sekaligus memperkuat literasi pangan kepada generasi muda.
Kedatangan puluhan pelajar disambut langsung Kepala Perum Bulog Sultra, Benhur Ngkaimi, bersama jajaran tim Bulog. Selama program eduwisata siswa mendapat penjelasan menyeluruh mengenai alur pengolahan beras, mulai dari penyerapan gabah dari petani, proses produksi, hingga penyimpanan dan rantai distribusi kepada masyarakat.
Program eduwisata tersebut menjadi yang pertama kali digelar di wilayah Sultra. Melalui kegiatan ini, peserta diajak melihat langsung tumpukan cadangan beras di gudang yang mencapai sekitar 78 ribu ton, sekaligus memahami peran Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan pangan.

“Di Unaaha juga sudah ada. Harapannya semua Perum Bulog di Sultra buat wisata edukasi untuk pelajar karena ini program nasional,” ucap Benhur.
Selama kunjungan berlangsung, para siswa terlihat antusias. Mereka aktif mengajukan pertanyaan, mulai dari teknik penyimpanan agar beras tetap awet, hingga perbedaan kualitas beras yang didistribusikan ke masyarakat. Selain beras, Bulog memperkenalkan pengelolaan komoditas lain seperti jagung yang turut disimpan sebagai bagian dari cadangan pangan.
Gudang Punggaloba sendiri merupakan salah satu dari ratusan fasilitas penyimpanan yang dimiliki Bulog di seluruh Indonesia. Keberadaannya menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan pangan, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara.
Benhur berharap, pengalaman tersebut dapat memberikan pemahaman langsung kepada para pelajar mengenai kondisi stok pangan nasional. Ia juga menekankan peran siswa sebagai penyampai informasi di lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Dengan edukasi membiasakan mereka familiar oleh pangan. Begitu diajak masuk ke Bulog banyak tanya, kenapa karungnya warna warni. Dengan mereka tertarik saya yakin bisa lebih urus urusi pangan,” ujar Benhur.
Ia menambahkan, keterlibatan pelajar diharapkan mampu mencegah kepanikan di masyarakat terkait ketersediaan pangan.
“Dengan edukasi membiasakan mereka familiar oleh pangan. Bgitu diajak masuk ke Bulog banyak tanya, kenapa karungnya warna warni. Dengan mereka tertarik saya yakin bisa lebih urus urusi pangan,” ujarnya.
Menurutnya, para siswa dapat menjadi perpanjangan informasi kepada orang tua agar tidak melakukan panic buying, mengingat stok beras yang tersedia dinilai mencukupi kebutuhan konsumsi. Bahkan, Sultra disebut telah mencapai kondisi swasembada sehingga beberapa kali melakukan pengiriman beras ke luar daerah.
Melalui program Eduwisata, Bulog menekankan pemahaman tentang ketahanan dan kemandirian pangan dapat terus menyebar di kalangan pelajar. Diskusi yang terbangun selama kegiatan diharapkan menjadi pesan berantai di lingkungan sekolah, sekaligus mendorong kesadaran generasi muda terhadap pentingnya sektor pangan di masa depan. Adm




