LAJUR.CO, KENDARI – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari masih membuka kesempatan bagi calon mahasiswa yang bercita-cita menjadi dokter pada Tahun Akademik 2026/2027. Hingga saat ini, kuota penerimaan mahasiswa baru belum terpenuhi sehingga peluang untuk bergabung masih terbuka lebar.
Direktur Pengembangan Inovasi Pendidikan UM Kendari, Amir Mahmud, mengatakan Program Studi Kedokteran mendapat kuota penerimaan sebanyak 50 mahasiswa. Namun, hingga awal Juni 2026, jumlah kursi yang telah terisi masih jauh dari batas maksimal yang ditetapkan.
“Yang sudah terisi baru 22 orang. Kuota maksimal yang diberikan Dikti sebanyak 50 mahasiswa karena program studi ini masih tergolong baru,” ujar Amir, Selasa (9/6/2026).
Ia pun mengajak masyarakat, khususnya lulusan SMA/sederajat di Sulawesi Tenggara, untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebelum kuota terpenuhi.
Penerimaan mahasiswa baru FK UM Kendari dibuka melalui dua gelombang. Gelombang pertama telah berlangsung sejak Januari hingga 31 Mei 2026. Sementara gelombang kedua dibuka mulai 1 Juni dan akan berakhir pada 22 Agustus 2026.
Bagi siswa yang masih duduk di kelas XII, proses pendaftaran dan seleksi dapat menggunakan nilai rapor semester satu hingga semester empat. Sedangkan lulusan SMA, MA, SMK, atau sederajat diwajibkan melengkapi dokumen persyaratan dalam format digital (PDF).
Dokumen yang harus diunggah meliputi pas foto formal, KTP atau Kartu Keluarga, ijazah atau Surat Keterangan Lulus (SKL), serta rapor yang memuat biodata dan nilai semester satu hingga semester lima.
Selain itu, peserta juga dapat melampirkan sertifikat prestasi dan surat rekomendasi dari Pimpinan Wilayah maupun Daerah Muhammadiyah atau Aisyiyah apabila tersedia.
Untuk biaya pendaftaran, calon mahasiswa dikenakan biaya sebesar Rp750 ribu dan biaya orientasi Rp1,75 juta. Adapun Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) ditetapkan sebesar Rp25 juta per semester.
Sementara itu, Biaya Pengembangan Sarana dan Prasarana (BPS) sebesar Rp275 juta dapat dibayarkan secara bertahap sesuai ketentuan kampus. Mahasiswa juga dikenakan biaya praktikum sebesar Rp7,5 juta.
Amir menjelaskan, Fakultas Kedokteran UM Kendari hadir untuk mencetak dokter yang unggul, profesional, berakhlakul karimah, serta memiliki kepedulian terhadap persoalan kesehatan masyarakat.
Menurutnya, pendidikan yang diberikan tidak hanya berorientasi pada kompetensi akademik, tetapi juga menyiapkan lulusan yang mampu menjawab tantangan layanan kesehatan di wilayah perkotaan, pedesaan, pesisir, kepulauan hingga daerah terpencil.
“Bergabung dengan FK UM Kendari berarti memilih pendidikan kedokteran yang dekat dengan masyarakat, memahami persoalan kesehatan daerah, serta mempersiapkan diri menjadi dokter yang siap mengabdi untuk Bumi Anoa dan Indonesia,” katanya.
Ia mengajak siswa, guru, orang tua, dan masyarakat Sulawesi Tenggara untuk mendukung putra-putri daerah melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran UM Kendari.
Calon mahasiswa yang berminat dapat segera melakukan pendaftaran melalui laman admisi UM Kendari atau menghubungi Admin PMB di nomor 0822-4991-0022 sebelum kuota yang tersedia terpenuhi.
Laporan: Ika Astuti




