?>
BERITA TERKINIHEADLINE

Dies Natalis UHO ke-45 Jadi Ajang Reuni Mantan Rektor, Tiga Calon Rektor Kompak Nyanyi Bareng

×

Dies Natalis UHO ke-45 Jadi Ajang Reuni Mantan Rektor, Tiga Calon Rektor Kompak Nyanyi Bareng

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Suasana hangat dan penuh nostalgia mewarnai peringatan Dies Natalis ke-45 Universitas Halu Oleo (UHO), Sabtu (12/9/2026). Para mantan rektor UHO, bahkan yang telah sepuh kembali berkumpul dalam suasana kekeluargaan.

Mengusung tema “UHO Rumah Kita”, perayaan hari jadi kampus terbesar di Sultra layaknya ajang reuni para mantan leader kampus plat merah. Dua mantan rektor ikut meramaikan gawean tahunan UHO seperti Prof Usman Rianse dan Prof Mahmud Hamundu. Prof Zamrun sendiri tak tampak pada acara tersebut.

Beberapa mantan rektor yang telah lebih berpulang hadir mewakili proses penyerahan penghargaan atas jasa dan kontribusi memimpin civitas tersebut.

Plt Rektor UHO, Prof. Khairul Munadi, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar acara resmi, tetapi menjadi momentum keluarga besar UHO untuk mensyukuri perjalanan universitas selama 45 tahun.

Menurutnya, tema “UHO Rumah Kita” menjadi bentuk syukur sekaligus semangat untuk merajut kembali kebersamaan, memperkuat rasa memiliki, dan menyatukan langkah seluruh keluarga besar Kampus Hijau.

“Acara ini tidak sekedar menjadi peringatan hari ulang tahun, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali menguatkan rasa memiliki terhadap rumah besar kita bersama,” kata Khairul dalam sambutannya.

Khairul menuturkan, UHO yang ada saat ini tidak lahir begitu saja. Perjalanan universitas dibentuk oleh perjuangan para pendiri, tokoh, rektor dan pimpinan terdahulu, dosen, tenaga kependidikan, alumni, mahasiswa, serta berbagai pihak lainnya.

Baca Juga :  Final Sepak Bola Dies Natalis UHO ke-45, Tim Rektorat Tumbangkan Fakultas Hukum 3-1

Perjalanan kepemimpinan UHO dimulai dari Drs. La Ode Malim yang tercatat sebagai rektor pertama ketika UHO masih berstatus swasta hingga persiapan menjadi perguruan tinggi negeri.

Setelah UHO resmi menjadi universitas negeri ke-42, kepemimpinan dilanjutkan Prof. H. Eddy Agussalim Mokodompit, M.A. yang menjabat pada 1981–1990.

Selanjutnya Prof. Soleh Solahuddin pada 1990–1996, Prof. Abdurrauf Tarimana pada 1996–2000, Prof. Mahmud Hamundu pada 2000–2007, Prof. Usman Rianse pada 2007–2016, serta Prof. Muhammad Zamrun Firihu pada 2017–2025.

Kepemimpinan kemudian dilanjutkan Prof. Armid yang dilantik pada 1 Agustus 2025 untuk periode 2025–2029. Namun, Prof. Armid wafat pada 23 Agustus 2025.

Jejak panjang kepemimpinan tersebut menjadi bagian yang dikenang dalam Dies Natalis ke-45. UHO memberikan apresiasi kepada para tokoh dan keluarga tokoh yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan universitas.

Penghargaan yang diberikan bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghormatan kepada orang-orang yang telah berjasa membangun dan meletakkan fondasi bagi kemajuan UHO.

“Ini adalah cara kita semua, sivitas akademika UHO, untuk mengatakan bahwa UHO tidak akan pernah melupakan sejarahnya dan tidak akan melupakan orang-orang yang telah berjasa membangunnya,” ujarnya.

Momen haru terlihat ketika mantan Rektor UHO Prof. Mahmud Hamundu. Ia mesti dipapah saat didapuk menyampaikan pidato singkat.

Baca Juga :  Payroll ASN Masih Lewat Bank Sultra, Pj Sekda: Rp2 Triliun Menguap, Dividen Bisa Hilang Jika Pindah Himbara

Kondisi kesehatan dan fisik Rektor UHO periode 2000-2007 itu tak lagi prima. Namun begitu, ia begitu bersemangat memberi pesan dan kesan pada Dies Natalis UHO.

Mahmud berpesan kepada para pemimpin dan sivitas akademika UHO agar tidak melupakan jasa para pendiri serta tokoh-tokoh yang telah berjuang membangun universitas.

“Saya kira, perkembangan Universitas Halu Oleo hingga saat ini merupakan hasil dari kesinambungan perjuangan para pendahulu dan pimpinan yang datang setelahnya,” kata Mahmud.

Ia berharap UHO ke depan dapat semakin besar dan menjadi perguruan tinggi yang tidak hanya dibanggakan di Sultra, tetapi juga di Indonesia.

“Jadikanlah Halu Oleo sebagai rumah kita. Rumah kebersamaan kita, rumah kebanggaan kita, rumah kebahagiaan kita, rumah kesayangan kita, dan rumah idaman bagi seluruh masyarakat Sultra serta Indonesia pada umumnya,” ungkapnya.

Mantan Rektor lainnya, Prof. Usman Rianse, mengungkapkan dirinya menjadi bagian dari Kampus Hijau bukan hanya ketika dipercaya menjadi rektor, tetapi sejak menjadi mahasiswa hingga kemudian menjadi pegawai.

Ia berharap perjuangan yang telah dilakukan para pendahulu dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh generasi berikutnya sehingga UHO dapat terus tumbuh menuju cita-cita sebagai universitas global.

“Kita tidak boleh melupakan warisan para pendahulu. Sebaliknya, warisan tersebut harus menjadi sumber inspirasi bagi kita untuk menentukan langkah ke depan,” kata Usman.

Baca Juga :  HUT Muna Barat Tak Hanya Suguhkan Hiburan, Warga Juga Diajak Belajar Investasi Emas

Menurutnya, UHO merupakan rumah bersama yang dibangun oleh banyak generasi, dijaga oleh generasi saat ini, dan akan diwariskan kepada generasi mendatang.

Suasana Dies Natalis kemudian semakin meriah ketika sejumlah dosen tampil di atas panggung untuk bernyanyi bersama.

Tiga nama yang kini tampil dalam suksesi calon Rektor UHO, yakni Dr. Herman, Prof. Takdir Saili, dan Prof. Ida Usman, turut meramaikan panggung. Ketiganya kompak bernyanyi bersama dalam suasana penuh keakraban.

Momen tersebut memperlihatkan suasana kekeluargaan di tengah momen akhir tahapan suksesi Rektor UHO.

Wakil Rektor III UHO sekaligus Ketua Panitia Dies Natalis, Dr. Herman, mengatakan apresiasi tersebut merupakan bentuk penghargaan kepada para mantan rektor maupun keluarga mantan rektor yang telah berbuat banyak untuk UHO.

Menurut Herman, para mantan rektor masih memiliki ide dan gagasan yang dapat menjadi pesan bagi generasi UHO berikutnya.

“Mereka bisa memberikan pesan kepada kami atau kepada siapapun generasi-generasi ke depan bahwa UHO itu dimulai dengan kerja dan semangat yang luar biasa,” tutur Herman.

Di akhir acara, Plt Rektor UHO Prof. Khairul Munadi menyerahkan piala penghargaan kepada para pemenang lomba yang digelar untuk memeriahkan hari jadi ke-45 UHO.

Penyerahan piala tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian perayaan Dies Natalis UHO yang berlangsung dalam suasana kebersamaan, nostalgia, dan kekeluargaan.

Laporan: Ika Astuti

?>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

?>
?>