LAJUR.CO, KENDARI – IAIN Kendari resmi melantik 21 Pegawai Negeri Sipil (PNS) formasi 2024 melalui penyerahan surat keputusan (SK) dan pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Nasaruddin Umar secara hybrid, Kamis (5/6/2025).
Prosesi pelantikan tersebut merupakan bagian dari agenda nasional Kementerian Agama RI yang diikuti sebanyak 16.138 PNS di seluruh Indonesia. Kegiatan berlangsung di Aula Perpustakaan IAIN Kendari, dihadiri jajaran pimpinan kampus serta para ASN yang baru diangkat.
Adapun 21 PNS yang resmi dilantik di IAIN Kendari terdiri dari tenaga dosen dan tenaga kependidikan. Dr. Nurlathifah Thulfitrah B dilantik sebagai Dosen Lektor. Kemudian Nurbaya, Muhammad Najib, Muhamad Zaki Mubarok, Khaerun Nisa, Hasniati, Erna Kurniawati, Dewi Inayatul Sakinah, Tenri Zulfa Ayu Dwi Putri, Syahmel, dan Sitti Najmia Rifai diangkat sebagai Dosen Asisten Ahli.
Selain itu, Muh. Aqrim Ariyatma Silondae, Vegy Tasya Ashari, Dinda Dwi Danintan, serta Sheziyana Tasya dipercaya sebagai Auditor Ahli Pertama. Sementara Muh. Darul Zulkifli Riton, Febriana, Samsul, dan Ridha Aprilia menempati jabatan Pranata Komputer Ahli Pertama.
Sedangkan La Ode Muhammad Sarif Rahman dan Aminah Maryani dilantik sebagai Pranata Laboratorium Pendidikan Ahli Pertama.
Saat memberi arahan, Nasaruddin Umar menekankan pentingnya menjaga nilai “istiqamah” dalam menjalankan pengabdian sebagai ASN Kementerian Agama. Menurut dia, nilai tersebut mencakup sikap ikhlas, sabar, tawadhu, ihsan, qanaah, amanah, akhlak, serta hikmah sebagai fondasi dalam bekerja dan melayani masyarakat.
Ia menyebut keberhasilan karier seorang ASN tidak hanya ditentukan kemampuan profesional, tetapi juga kualitas spiritual dan etika dalam menjalankan tugas.
“Kalau ingin berhasil dalam karier, lakukanlah apa yang saya istilahkan dengan istiqamah. Sepanjang mengamalkan itu, insya Allah, Allah akan membersamai hingga ke puncak karier kalian,” ujar Nasaruddin.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan IAIN Kendari, Dr. Jumarddin La Fua, mengingatkan status ASN bukan sekadar memperoleh hak dari negara, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Ia meminta para pegawai yang baru diangkat untuk menjaga etika, memperkuat moderasi beragama, serta mengimplementasikan nilai ekoteologi dalam aktivitas kerja sehari-hari.
“Sebagai ASN, saudara tidak hanya dituntut melaksanakan tugas administratif semata, tetapi juga diharapkan mampu menjadi teladan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan sikap yang ramah, profesional, jujur, dan bertanggung jawab,” katanya. Adm





